Jakarta (buseronline.com) - Divisi Humas Polri menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan pasca aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu.Hal ini disampaikan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko SIK dalam konferensi pers di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Jumat. Turut hadir Karoprovos Divpropam Polri, Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak.Dalam keterangannya, Brigjen Pol Trunoyudo menekankan bahwa kerja sama TNI dan Polri tidak hanya sebatas simbolik, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan, termasuk patroli gabungan berskala besar guna memulihkan situasi keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.“Ini adalah wujud kehadiran negara. TNI dan Polri hadir bersama dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Atas perintah Bapak Presiden, kami berkonsentrasi penuh dalam pemulihan keamanan dengan segera,” ujarnya.Selain itu, Polri mengimbau seluruh masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Menurutnya, peran jurnalis dan media arus utama sangat penting sebagai penyampai informasi yang kredibel.“Teman-teman media adalah saluran utama informasi yang kredibel. Kami harap publik mengedepankan klarifikasi dan konfirmasi sebelum mempercayai suatu informasi,” tegasnya.Polri juga menjelaskan bahwa dalam penanganan situasi pasca demo, pihaknya melakukan pendekatan menyeluruh melalui langkah preventif, preemtif, persuasif, hingga penindakan bila diperlukan. Proses penegakan hukum dilaksanakan secara terukur, transparan, dan berdasarkan analisa mendalam.Lebih lanjut, Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan bahwa Polri tetap terbuka terhadap kritik masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang modern dan humanis.“Polri adalah milik masyarakat. Kami tidak anti kritik. Kami selalu terbuka menerima masukan demi perbaikan ke depan. Namun, kami berharap aspirasi disampaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” katanya.Menutup pernyataannya, Polri mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk media dan pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. (R)