Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Polda Jabar Bantah Tidak Ada Sweeping Polisi di UNISBA

Agie HT Bukit SH - Kamis, 04 September 2025 02:10 WIB
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan (kiri) bersama pejabat Polda Jabar menunjukkan bukti visual terkait patroli pengamanan saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (2/9/2025).
Bandung (buseronline.com) - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menepis tuduhan bahwa aparat kepolisian masuk dan melakukan penyisiran di dalam kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) saat kericuhan terjadi beberapa waktu lalu.Dilansir dari laman Humas Polri, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan informasi tersebut tidak benar.“Tidak ada polisi yang masuk ke dalam kampus, tidak ada sweeping. Yang berada di pintu gerbang adalah kelompok massa, bukan mahasiswa UNISBA,” kata Rudi di Bandung, Selasa.Rudi menjelaskan, polisi hanya melintas di jalan umum dan tidak memasuki lingkungan kampus. Bahkan, dalam rekaman video yang beredar, terlihat salah satu direktur kepolisian mengingatkan jajarannya agar tidak masuk ke area kampus.Polda Jabar, lanjutnya, juga telah berkoordinasi dengan pimpinan UNISBA. Dari hasil komunikasi, pihak kampus justru meminta bantuan pengamanan karena kericuhan yang terjadi bukan sepenuhnya melibatkan mahasiswa.“Kampus justru dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang mempersenjatai diri dan menyerang petugas,” ungkapnya.Menurut Rudi, sweeping yang terjadi di dalam kampus dilakukan oleh keamanan internal UNISBA, bukan polisi.“Mereka tidak ingin nama baik kampus tercemar, sehingga internal melakukan pengusiran terhadap kelompok pengacau tersebut,” jelasnya.Dalam patroli skala besar, aparat berhasil mengamankan 16 orang pada pukul 00.30 WIB. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah teridentifikasi, mulai dari mahasiswa, satpam, wiraswasta hingga pengangguran.Sejumlah orang yang diamankan terbukti terlibat kasus narkoba dan membawa senjata berbahaya. Di antaranya, MN (23), mahasiswa semester lima, yang kedapatan membawa ganja dan positif narkoba berdasarkan tes urine.Ada pula MF (23), yang terbukti memiliki percakapan terkait transaksi narkoba serta ajakan membuat kericuhan.Selain itu, GOP, seorang pengangguran lulusan SMA, diamankan karena membawa ganja. Polisi juga menangkap AA (25) asal Bandung yang kedapatan membawa senjata soft gun dengan peluru gotri. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.“Senjata gotri ini berbahaya, pada jarak dekat bisa mematikan. Untuk dua tersangka, sudah kami proses sesuai hukum. Sementara yang lainnya masih dalam pemeriksaan dan analisa tim,” jelas Kapolda Jabar.Rudi menegaskan bahwa kericuhan tersebut bukan aksi unjuk rasa mahasiswa, melainkan ulah kelompok tertentu yang memang merencanakan kekacauan.“Kami mohon kerja sama semua pihak, baik universitas maupun instansi terkait. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kajati, Pangdam, dan Ketua Pengadilan agar Jawa Barat tetap aman,” pungkasnya. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

50 Guru SMK Magang di Jerman, Bawa Teknologi Industri ke Sekolah

Hukum & Peristiwa

Kemenkes Ingatkan Masyarakat Jangan Abaikan Tanda Gangguan Jiwa, Kenali Sejak Dini

Hukum & Peristiwa

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Kembangkan Bisnis Rendah Karbon

Hukum & Peristiwa

Real Madrid Tumbang di Kandang Real Betis

Hukum & Peristiwa

Isak Menggila, Liverpool Raih Kemenangan Perdana atas Ipswich Town

Hukum & Peristiwa

KPK Catat 209 Kasus Korupsi BUMN-BUMD, Konflik Kepentingan Jadi Sorotan