Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan perwakilan serikat pekerja Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin.Dalam pertemuan tersebut, serikat pekerja menyampaikan dukungan penuh sekaligus aspirasi terkait nasib buruh dan pekerja di Tanah Air.Pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, RUU Perampasan Aset, hingga agenda reformasi pajak.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan komitmen gerakan buruh untuk mendukung Presiden Prabowo. Ia juga menegaskan pentingnya aksi demonstrasi damai sebagai bagian dari demokrasi, sekaligus menolak keras aksi anarkis.“Yang pertama, Gerakan Buruh Indonesia mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto. Kami menegaskan, kami bukan berada di belakang Presiden, kami berada di samping Presiden. Kami mendukung demonstrasi yang damai, tetapi kami menentang perusuh-perusuh yang mencoba mengganggu stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia,” kata Andi Gani.Ia menambahkan, Presiden Prabowo berkomitmen menjaga ruang demokrasi serta mempercepat pembahasan dua rancangan undang-undang yang menjadi perhatian buruh.“Presiden berjanji ruang demokrasi tetap terjaga. Beliau juga berjanji RUU Perampasan Aset segera dibahas, begitu pula RUU Ketenagakerjaan. Presiden bahkan meminta Ketua DPR untuk segera membahas dan menyepakati RUU tersebut,” lanjutnya.Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa demonstrasi harus tetap diberi ruang sebagai sarana rakyat kecil menyampaikan aspirasi ketika mekanisme formal dianggap lambat.“Kami berpendapat demonstrasi tetap harus diberi ruang. Itu satu-satunya cara bagi kelompok bawah seperti buruh, petani, nelayan, mahasiswa, dan masyarakat kecil lainnya untuk menyampaikan aspirasi. Tentu demonstrasi harus konstruktif, konstitusional, anti-kekerasan, dan tidak boleh anarkis. Pada titik itu Bapak Presiden setuju,” ujar Said Iqbal.Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik masukan dari berbagai kelompok masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut.“Prinsipnya Pak Prabowo, termasuk pemuka agama, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok lain yang diundang, merespons baik. Suasana pertemuan berlangsung sangat cair,” pungkas Said Iqbal.Pertemuan ini menjadi salah satu langkah awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, khususnya serikat pekerja, dalam merumuskan kebijakan strategis ketenagakerjaan dan ekonomi nasional. (R3)