Pekanbaru (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) bekerja sama dengan Intelkam Polda Riau dan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau dalam memperkuat peran Da’i dan Penyuluh Agama guna mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini berlangsung, Selasa, di Kantor Kemenag Provinsi Riau.Sekitar 150 peserta yang terdiri dari Da’i, Dai’iyah, dan Penyuluh Agama Islam hadir untuk mendapatkan pembekalan terkait bahaya paham radikal, pentingnya moderasi beragama, serta langkah deteksi dini di masyarakat.Kepala Kantor Kemenag Provinsi Riau, Dr H Muliyardi MPd menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menanamkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.“Kemenag bersama Densus 88 AT dan Intelkam Polda Riau berkomitmen mencegah penyebaran paham radikalisme melalui penguatan moderasi beragama,” katanya.Ketua Tim Pencegahan Densus 88, KBP Sunadi SIK MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.Ia mengajak seluruh jajaran Kemenag provinsi hingga kabupaten/kota untuk berkolaborasi dalam pembinaan umat dan memperkuat moderasi beragama.Sementara itu, Kasubdit Intelkam Polda Riau, Kompol Indra Lamhot Sihombing SIK MH menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mencegah radikalisme.“Deteksi dini harus terus ditingkatkan. Perbedaan jangan dipertentangkan, tetapi dijadikan kekuatan dalam membangun persatuan,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya radikalisme semakin meningkat.Peran aktif Da’i dan Penyuluh Agama juga diharapkan semakin kuat dalam menjaga kerukunan serta mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat. (R)