Halmahera Utara (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri memberikan sosialisasi dan edukasi kepada 50 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan ini mengangkat tema deteksi dini dan pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).Sosialisasi berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Halmahera Utara, Rabu. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran generasi muda serta para ASN/CPNS agar mampu membentengi diri dari pengaruh paham radikal, intoleran, maupun terorisme yang berpotensi mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.Dalam pemaparannya, Ipda Herry Rinsampessy SH dari Direktorat Pencegahan Densus 88 menjelaskan mengenai ciri-ciri masyarakat, pelajar, dan generasi muda yang mulai terpapar maupun yang sudah terpengaruh paham IRET. Ia juga menekankan pentingnya peran individu dalam melakukan pencegahan sejak dini.“Radikalisme biasanya masuk melalui pola pikir dan media sosial. Maka penting bagi generasi muda, khususnya CPNS, untuk bisa mengenali tanda-tandanya dan membentengi diri,” ujar Herry.Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Halmahera Utara, Ony Hendrick, yang sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Ony menekankan bahwa CPNS sebagai aparatur negara di masa depan harus memiliki komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan dan menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.Melalui kegiatan ini, diharapkan para CPNS Kabupaten Halmahera Utara dapat memahami bahaya paham intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, serta mampu berperan sebagai agen pencegahan di lingkungan kerja maupun di masyarakat. (R)