Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan (Ditcegah) Densus 88 Antiteror Polri menjadi narasumber utama dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan bertema “Peran Serta Masyarakat dalam Deteksi Dini dan Cegah Dini terhadap Bahaya Terorisme dan Radikalisme” di Kantor Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa.Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme dan radikalisme, dihadiri 100 peserta dari unsur Ketua Dewan Kota Jakarta Selatan, Kesbangpol, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Ketua RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), hingga tokoh masyarakat.Asisten Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Selatan, Tomi Fudihartono mewakili Wali Kota menegaskan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan. “Penguatan nilai-nilai Pancasila dan kewaspadaan kolektif adalah benteng utama mencegah infiltrasi paham radikal dan terorisme,” ujarnya.Tiga narasumber memaparkan materi utama, yaitu Kepala Balai Permasyarakatan Jakarta Selatan Darmalingganawati yang menyoroti peran Bapas dalam deradikalisasi, praktisi Nyi Mas Diane Wulansari yang mengingatkan ancaman radikalisasi terhadap generasi muda melalui narasi, gim daring, dan media sosial, serta Kompol Didik Risdianto dari Ditcegah Densus 88 yang menjelaskan tahapan radikalisasi dan mendorong soft approach melalui edukasi, dialog, dan deradikalisasi.“Partisipasi aktif masyarakat, termasuk lewat forum-forum lokal, menjadi kunci keberhasilan pencegahan,” tegas Kompol Didik.Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang memberi ruang bagi peserta berbagi pengalaman dan strategi pencegahan di lingkungan masing-masing.Panitia berharap kegiatan ini memperkuat jejaring kewaspadaan dini dan ketahanan sosial masyarakat Jakarta Selatan menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme. (R)