Bandung (buseronline.com) - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat berhasil mengungkap sindikat perdagangan bayi jaringan internasional yang telah beroperasi sejak tahun 2023.Dilansir dari laman Humas Polri, dalam pengungkapan tersebut, enam balita berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan ke luar negeri.Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa lima dari enam balita tersebut baru tiba di Mapolda Jabar setelah diterbangkan dari Pontianak melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.Sementara satu balita lainnya diamankan dari wilayah Jabodetabek. “Lima balita berasal dari Pontianak dan satu dari Tangerang. Saat ini mereka telah berada dalam perlindungan Polda Jabar,” ujar Hendra, Selasa.Dalam kasus ini, aparat juga menangkap 12 tersangka yang diduga menjadi bagian dari sindikat perdagangan bayi. Dari hasil pemeriksaan, para tersangka diperkirakan telah memperdagangkan sedikitnya 24 bayi.“Para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari merekrut bayi sejak dalam kandungan, merawat dan menampung bayi, hingga membuat dokumen identitas palsu seperti akta kelahiran dan paspor. Mereka juga terlibat dalam proses pengiriman bayi ke luar negeri, khususnya ke Singapura,” jelas Hendra.Dari tangan para tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti berupa akta kelahiran palsu, paspor, dan berbagai dokumen identitas lainnya.Dirreskrimum Polda Jabar menambahkan salah satu tersangka berinisial SH alias LSH diketahui menjadi salah satu aktor utama dalam sindikat ini.Dari lima bayi yang diamankan di Pontianak, seluruhnya telah dipersiapkan untuk dikirim ke Singapura dengan dokumen palsu yang lengkap. “Satu korban bayi lainnya berhasil diamankan di Tangerang empat hari lalu,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan penculikan anak. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, terbongkarlah jaringan besar yang diduga telah memperdagangkan puluhan bayi.Polda Jabar saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus dan berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri untuk mengungkap jaringan lintas negara ini secara menyeluruh.“Mayoritas bayi berasal dari wilayah Jawa Barat. Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk menemukan bayi-bayi lain yang diduga telah diperdagangkan,” tegasnya. (R)