Puncak (buseronline.com) - Empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap III Sinak resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Prosesi ikrar berlangsung khidmat, di halaman Markas Koramil 1717-02/Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu.Keempat eks anggota KKB yang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi itu berasal dari kelompok pimpinan Tenius Kulua dan Kalenak Murib. Mereka adalah Enden Tabuni alias Petiago, Erenus Tabuni alias Sembilan, Kilistu Murib, dan Yopi Tabuni.Ikrar kesetiaan dibacakan langsung oleh masing-masing individu dan ditandatangani di hadapan aparat TNI-Polri, perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh adat setempat.Dalam pernyataannya, mereka menyatakan kesediaan untuk meninggalkan kekerasan dan bergabung dalam upaya pembangunan Papua.Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan suasana damai di Papua.Pendekatan persuasif dan humanis yang dikedepankan terbukti efektif dalam menyentuh sisi kemanusiaan para mantan anggota KKB.Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani SSos SIK MH, yang hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Kepala Operasi Kombes Pol Adarma Sinaga SIK MHum menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif seluruh pihak.“Proses kembali ke pangkuan NKRI ini tidak berdiri sendiri, tapi merupakan buah dari sinergisitas seluruh elemen - aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh-tokoh lokal. Kami percaya Papua yang aman dan sejahtera bisa diwujudkan melalui pendekatan yang menyentuh hati,” ujar Brigjen Faizal.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo SIK MT juga menegaskan bahwa ikrar ini menjadi bukti bahwa dialog terbuka dan pendekatan humanis mampu membuka jalan bagi perdamaian berkelanjutan.“Rekonsiliasi adalah wujud kemanusiaan yang hakiki. Setiap anak bangsa memiliki tempat untuk kembali dan masa depan yang bisa dibangun bersama. Kami mengajak semua pihak untuk terus mendukung proses ini,” katanya.Tokoh adat, agama, dan masyarakat yang hadir turut menyambut baik proses ini dan menyatakan komitmennya untuk menolak kehadiran kelompok bersenjata di wilayah mereka.Pemerintah berharap ikrar ini menjadi titik balik bagi anggota KKB lainnya untuk turut serta dalam upaya damai dan meninggalkan tindakan yang mengganggu stabilitas.Ruang rekonsiliasi dan pembangunan Papua dalam bingkai NKRI tetap terbuka luas bagi siapa pun yang ingin kembali hidup damai dan bermartabat. (R)