Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan program Pariwara Antikorupsi 2025, sebuah kampanye antikorupsi yang dikemas secara kreatif melalui iklan layanan masyarakat.Program ini mengajak seluruh pemerintah daerah dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga BUMD untuk menyuarakan nilai-nilai integritas melalui media yang dekat dengan masyarakat.Kampanye ini akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 26 September 2025, dan mengusung konsep kolaboratif.Pesan-pesan antikorupsi akan disebarkan melalui berbagai kanal, seperti media konvensional, digital, hingga aktivasi langsung di lapangan (on-ground activation), agar dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif.“Durasi kampanye berlangsung selama 3-4 bulan. Pemda diharapkan dapat mulai menyusun konsep dan menyebarkan iklan kampanye antikorupsi dari sekarang. Akan ada penghargaan bagi pemda yang paling aktif, kreatif, dan inovatif,” ujar Amir Arief, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK dalam Webinar Series 2 Pariwara Antikorupsi 2025, yang disiarkan melalui kanal YouTube KPK RI, Rabu.Salah satu kegiatan dalam rangkaian kampanye adalah webinar series yang bertujuan memperkuat kapasitas peserta dalam merancang pesan antikorupsi yang efektif.Webinar bertajuk "Mengemas Gagasan Menjadi Pesan Kampanye Publik yang Efektif" menghadirkan para narasumber dari bidang komunikasi dan pemberantasan korupsi.Lela Luana, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dari Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, menjelaskan pentingnya edukasi publik mengenai gratifikasi.Ia mencontohkan inisiatif Literasi Gratifikasi yang telah menunjukkan dampak positif melalui peningkatan jumlah laporan gratifikasi ke KPK.“Sejak Literasi Gratifikasi diluncurkan, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat. Ini terlihat dari jumlah laporan yang masuk,” ungkap Lela.Ia juga menekankan pentingnya mengenal target audiens, menangkap isu terkini, dan menyesuaikan dengan tren agar pesan kampanye mudah diterima.Sementara itu, Rangga Immanuel, Executive Creative Director dari Dentsu dan perwakilan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, memaparkan pendekatan strategis berbasis metode high-respect dan high-love dalam menyusun kampanye publik.Rangga mengenalkan formula STEPPS sebagai acuan menyusun iklan berdampak:Social currency - Membuat orang merasa keren saat membagikan pesan.Trigger - Menghadirkan pemicu yang relevan dan rutin.Emotion - Membangun keterhubungan emosional dengan audiens.Practical value - Menyampaikan pesan yang sederhana dan aplikatif.Public - Membuat pesan mudah dilihat dan dibicarakan.Storytelling - Menyusun narasi kuat yang membekas di benak publik.“Pesan yang baik akan mendapatkan rasa hormat (respect) dan cinta (love) dari audiensnya. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menyampaikan pesan yang kuat dan berkesan,” ujar Rangga.KPK berharap kampanye Pariwara Antikorupsi 2025 mampu menjadi gerakan kolektif yang melibatkan langsung elemen pemerintahan daerah dan masyarakat.Melalui pesan-pesan yang dekat dengan keseharian, KPK menargetkan tumbuhnya kesadaran luas akan pentingnya integritas dan partisipasi dalam gerakan antikorupsi.Untuk informasi lebih lanjut terkait program ini, masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengakses situs resmi KPK di www.kpk.go.id serta mengikuti kanal media sosial di @suaraantikorupsi.kpk dan @official.kpk. (R)