Bali (buseronline.com) - Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri bersama Australian Federal Police (AFP) menggelar kegiatan Child Sexual Exploitation Regional Dialogue di The Westin Hotel, Bali, Selasa.Forum ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kerja sama lintas negara untuk memberantas kejahatan eksploitasi seksual terhadap anak, terutama di ruang digital.Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, His Excellency Roderick Brazier. Ia menekankan pentingnya sinergi regional yang kuat dalam menghadapi kompleksitas kejahatan seksual terhadap anak, khususnya yang terjadi secara daring.“Kejahatan ini tidak mengenal batas negara. Oleh karena itu, upaya bersama dan kolaboratif adalah satu-satunya cara untuk menanganinya secara efektif,” ujar Dubes Brazier.Sementara itu, Direktur PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr Nurul Azizah menyampaikan bahwa kolaborasi yang telah terjalin dengan Australia, melalui AFP, Australian Centre to Counter Child Exploitation (ACCCE), dan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), telah memberikan kontribusi nyata dalam penanganan kejahatan seksual terhadap anak.“Kolaborasi strategis ini telah memperkuat kapasitas penyidik kami, mulai dari pelatihan lanjutan, peningkatan kemampuan forensik digital, hingga pertukaran informasi intelijen untuk mendeteksi jaringan eksploitasi lintas negara,” ungkap Brigjen Nurul.Ia juga menekankan arah kebijakan ke depan yang mencakup integrasi data lintas sektor, pembentukan joint task force, pengembangan standar penanganan korban, serta pelibatan platform digital dalam upaya pencegahan dan pelaporan kasus.Mengusung tema “From Collaboration to Action: United in Combatting Child Sexual Exploitation”, forum ini dihadiri sejumlah pejabat penting dari dalam dan luar negeri, termasuk Commander Helen Schneider dari AFP, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta delegasi dari Thailand, Vietnam, dan Kamboja.Dalam sesi diskusi, perwakilan Kasubdit II PPA dan Subdit Siber Bareskrim Polri memaparkan tren penanganan kekerasan terhadap anak serta tantangan kejahatan siber di Indonesia.Delegasi negara-negara ASEAN juga membagikan praktik baik serta hambatan yang mereka hadapi dalam memerangi eksploitasi seksual anak.Forum ini menjadi bukti nyata komitmen regional untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk eksploitasi, baik di dunia nyata maupun digital, serta membangun ekosistem yang aman dan ramah bagi generasi masa depan. (R)