Garut (buseronline.com) - Proses identifikasi korban ledakan amunisi kedaluwarsa di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) masih terus berlangsung.Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang dibantu Biddokkes dan Paminal Polda Jawa Barat dikerahkan untuk memastikan identitas para korban insiden tragis tersebut.Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan bahwa proses identifikasi dilakukan di RSUD Pameungpeuk, tempat para korban dibawa pasca-ledakan.“Dari kesehatan membantu penanganan korban, kita identifikasi dari DVI memberikan pelayanan jenazah dan juga Biddokkes,” ujar Hendra, seperti dilansir dari laman Humas Polri.Selain tim medis dan forensik, personel dari Paminal Polda Jabar juga diterjunkan ke lokasi kejadian untuk memperkuat pengamanan bersama Polres Garut.Hendra menegaskan bahwa aparat kepolisian dan TNI masih bersiaga di sekitar lokasi ledakan untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko lanjutan.“Pihak Polri terus berjaga di sekitar area ledakan agar masyarakat tidak mendekat ke TKP. Kami juga terus memberikan bantuan tenaga kesehatan dan pelayanan informasi korban melalui DVI Polri,” tambahnya.Sementara itu, Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen RSUD Pameungpeuk, Yani mengungkapkan bahwa dari total 13 korban dalam insiden tersebut, 9 orang telah berhasil diidentifikasi.“Yang sudah teridentifikasi ada 9 korban, terdiri dari 4 anggota TNI dan 5 warga sipil,” jelas Yani.Hingga berita ini diturunkan, identifikasi terhadap 4 korban lainnya masih dilakukan oleh tim DVI.Pengamanan ketat tetap diberlakukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) demi mencegah potensi bahaya lanjutan dan menjaga keselamatan warga sekitar. (R)