Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menilai bahwa kebijakan one way jauh lebih efektif dalam mengatur arus mudik Lebaran 2025 dibandingkan dengan pemberian diskon tarif tol. Hal ini disampaikan Kabag Operasi Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.Menurut Aries, pemberian potongan tarif tol tidak cukup menarik minat pemudik untuk menyesuaikan waktu perjalanan mereka. Sebaliknya, penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way terbukti mendorong lonjakan pergerakan kendaraan.“Diskon tarif tol ternyata tidak terlalu mengangkat minat masyarakat mengubah pola perjalanan. Tapi saat kita mulai memberlakukan one way lokal pada 27 Maret dari KM 70 Cikampek sampai Palimanan dan Palikanci, pergerakan masyarakatnya luar biasa,” ujarnya.Efektivitas sistem one way tidak hanya terlihat saat arus mudik, tetapi juga saat arus balik. Diskon tarif tol yang kembali diberlakukan pada 2 hingga 4 April dinilai tetap tidak berdampak signifikan terhadap volume kendaraan.“Ini juga terjadi saat arus balik. Diskon tarif tol ternyata tidak terlalu menarik masyarakat,” tambah Aries.Lebih lanjut, Aries mengungkapkan bahwa arus mudik ke arah Sumatera tahun ini berjalan lebih lancar. Tidak diperlukan lagi sistem penundaan (delaying system) di jalur menuju Pelabuhan Merak berkat pengoperasian tiga pelabuhan, yakni Merak, Ciwandan, dan BBJ.Distribusi kendaraan ke tiga pelabuhan ini dinilai mampu menghindari kemacetan parah.“Manajemen arus ke Merak berbasis kapasitas, jadi kita atur betul agar kendaraan bisa tersalurkan ke tiga pelabuhan itu. Hasilnya, tidak terjadi kepadatan yang berarti,” jelasnya.Meski demikian, kendala klasik tetap muncul di lapangan, seperti rest area yang penuh sehingga banyak pengemudi memilih beristirahat di bahu jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan.Ia juga mencatat perbedaan mencolok antara karakter pemudik saat berangkat dan pulang. Ketika mudik, semangat masyarakat masih tinggi. Namun saat arus balik, kondisi kelelahan menyebabkan pengendara lebih sering berhenti sembarangan.“Pada saat mudik semangat masyarakat masih tinggi. Tapi saat balik, masyarakat cenderung kelelahan, sehingga mereka banyak berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat,” pungkasnya. (R)