Blitar (buseronline.com) - Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendorong praktik bisnis yang bersih, sehat, dan berintegritas.Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia Usaha yang digelar di Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu.Kegiatan ini menghadirkan ratusan pelaku usaha serta perwakilan perangkat daerah, dengan tujuan menanamkan nilai integritas sebagai fondasi keberlanjutan usaha.Plh Direktur Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas) KPK, Friesmount Wongso dalam sambutannya menegaskan bahwa integritas bukan sekadar nilai moral, tetapi elemen penting dalam membangun kepercayaan dan daya saing usaha.“Integritas adalah kunci bagi keberlanjutan dunia usaha. Usaha yang menjunjung etika dan transparansi akan lebih dipercaya mitra, konsumen, dan investor. Ini bukan sekadar upaya pencegahan korupsi, melainkan bagian dari membangun masa depan usaha yang tangguh,” ujar Friesmount.Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2004 hingga 2024, KPK telah menangani 1.052 perkara gratifikasi dan suap, serta 407 perkara pengadaan barang dan jasa. Dari total kasus tersebut, 468 pelaku berasal dari sektor swasta.Menurutnya, hal ini menjadi peringatan bahwa dunia usaha masih rentan terhadap praktik korupsi jika tidak memperkuat komitmen terhadap integritas.Friesmount turut menyoroti peran dunia usaha dalam memengaruhi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) nasional, terutama terkait risiko suap, pembayaran tidak resmi, dan bersihnya ekosistem bisnis dari korupsi.Ia menekankan bahwa penolakan terhadap suap dan penerapan sistem transparan akan berdampak positif pada kepercayaan publik dan investor.Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyampaikan apresiasinya terhadap langkah KPK dalam memperkuat nilai integritas di sektor ekonomi.“Ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga investasi moral bagi dunia usaha. Semakin kuat integritas di sektor ekonomi, semakin kokoh pula fondasi pembangunan daerah. Kami berharap Blitar bisa menjadi contoh praktik bisnis yang sehat dan bersih di Indonesia,” ujarnya.Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 100 pelaku usaha, serta perwakilan dari berbagai instansi daerah, seperti Sekretaris Daerah, Inspektorat, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja.Selain menyasar pelaku usaha, KPK juga menggelar kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas (Kertas) untuk keluarga penyelenggara negara di Blitar. Sebanyak 40 pasang keluarga dari lingkungan perangkat daerah turut ambil bagian dalam kegiatan ini.Analis Ditpermas KPK David Sepriwasa menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai antikorupsi sejak dini.“Keluarga adalah tempat awal tumbuhnya kejujuran dan sikap tolak terhadap perilaku koruptif. Bagi penyelenggara negara, nilai-nilai ini harus dimulai dari rumah, melalui pola asuh yang jujur dan terbuka,” ungkap David.Turut hadir dalam kegiatan ini Plh Direktur Ditpermas KPK Friesmount Wongso, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba, Sekda Kota Blitar, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kegiatan berlangsung dengan interaktif, diwarnai diskusi dan komitmen bersama membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. (R)