Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Cegah Korupsi Sejak Dini, KPK Perkuat Kapasitas Pendidik dalam Pendidikan Antikorupsi

Agie HT Bukit SH - Senin, 03 Maret 2025 00:26 WIB
Anak-anak SD mengikuti kegiatan edukasi antikorupsi di dalam bus ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’ yang diinisiasi oleh KPK, Kamis (27/2/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya memperkuat kapasitas jejaring pendidikan antikorupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar webinar bertajuk Penguatan Kapasitas Jejaring Pendidikan Antikorupsi Jenjang Pendidikan Dini, Dasar, dan Menengah 2025, Kamis.Kegiatan ini diikuti kepala dinas pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru dari berbagai wilayah di Indonesia bagian barat.Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi yang terencana dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak bisa hanya berupa kegiatan seremonial seperti apel pagi atau lomba debat, melainkan harus menjadi upaya yang intensional, terukur, dan terus dimonitor agar berdampak nyata pada perubahan perilaku siswa.Webinar ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengimplementasikan pendidikan antikorupsi secara luas. Hingga Februari 2025, KPK mencatat bahwa sebanyak 459 dari 546 provinsi/kabupaten/kota telah memiliki Peraturan Kepala Daerah (Perkada) terkait implementasi pendidikan antikorupsi.Meski demikian, tantangan terbesar masih terletak pada pelaksanaan nyata di sekolah. “Keberhasilan pendidikan antikorupsi tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen seluruh elemen pendidikan dalam membangun karakter generasi antikorupsi di masa depan,” ujar Wawan, seperti dilansir dari laman Humas Polri.Dalam webinar ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai metode pembelajaran yang menarik, termasuk penggunaan permainan berbasis edukasi untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi.Salah satu narasumber, Luh Made Sri Yuniati, Kepala SMAN 1 Kuta Selatan menyoroti berbagai perilaku koruptif yang kerap terjadi di lingkungan sekolah tanpa disadari, seperti mencontek, datang terlambat, hingga pemalsuan tanda tangan orang tua. “Integritas adalah landasan harmoni yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.Sementara itu, Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo IPU, Rektor Universitas Pancasila, memperkenalkan konsep gamifikasi dalam pembelajaran sebagai metode inovatif untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi."Dengan gamifikasi, siswa dapat lebih memahami konsep kejujuran melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Ini meningkatkan keterlibatan, motivasi belajar, dan membentuk kebiasaan baik sejak dini,” jelasnya.Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung dalam tiga tahap, mencakup wilayah Indonesia bagian barat (25-26 Februari 2025), tengah dan timur (4-5 Maret 2025), serta sesi khusus untuk madrasah pada 11-12 Maret 2025. Acara ini juga dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube KPK.Melalui program ini, KPK berharap para pendidik dapat lebih aktif mengintegrasikan pendidikan antikorupsi dalam kurikulum sekolah, sehingga mampu membentuk generasi yang memiliki integritas tinggi demi Indonesia yang bebas dari korupsi. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

RSU Haji Medan Perkuat Perlindungan Tenaga Medis dalam Penanganan Campak

Hukum & Peristiwa

RSU Haji Medan dan RSJ Prof Ildrem Pastikan Tak Terapkan WFH, Layanan Tetap Normal

Hukum & Peristiwa

MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi

Hukum & Peristiwa

Pertamina Lampaui Target Penurunan Emisi Awal 2026, Perkuat Komitmen Energi Bersih

Hukum & Peristiwa

Pertamina NRE-CRecTech Jajaki Pengembangan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei

Hukum & Peristiwa

Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa