Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengapresiasi keberhasilan Polri bersama sejumlah instansi terkait mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat sekitar 1,16 ton di perairan Selat Malaka.
Pengungkapan tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memutus jaringan penyelundupan narkotika internasional.
Apresiasi itu disampaikan Bobby dalam konferensi pers di Terminal Penumpang Bandar Deli, Belawan, Medan, pada 23 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, unsur TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta jajaran pemerintah daerah.
Bobby mengatakan, Sumut menghadapi tantangan serius dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, ia berharap pengungkapan kasus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, terutama di jalur perairan yang berbatasan dengan negara lain.
"Izin, Bapak Kapolri, kami sampaikan bahwa Sumut berada di peringkat pertama dari 38 provinsi di Indonesia terkait peredaran narkoba. Kami berharap pengungkapan kasus ini menjadi langkah berkelanjutan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika," ujar Bobby.
Ia juga menyoroti kawasan Belawan yang masih menghadapi persoalan peredaran narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Bobby berharap kehadiran Kapolri di Belawan dapat memperkuat sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Sumut yang bebas narkoba.
"Pemberantasan narkoba bukan semata-mata tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi kejahatan transnasional, termasuk penyelundupan narkotika melalui jalur laut.
Pengungkapan ketamin seberat sekitar 1,16 ton tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang melibatkan Polri, BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta unsur TNI.
Operasi dilakukan berdasarkan analisis intelijen dan pemantauan pergerakan kapal yang dicurigai melakukan aktivitas tidak lazim di perairan Selat Malaka.
"Tidak ada satu institusi yang bisa bekerja sendiri. Kita harus terus bersatu padu untuk mengungkap kejahatan para pelaku yang ingin memasukkan barang-barang terlarang ke Indonesia," kata Suyudi.
Kapolri juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut. Ia menekankan pentingnya memperkuat upaya pencegahan, menindak jaringan pengedar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Selain itu, Suyudi mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumut dalam upaya pencegahan penyalahgunaan zat berbahaya, termasuk kebijakan terkait pelarangan penggunaan vape di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).