Padang (buseronline.com) – Banjir kembali melanda Kota Padang dan sekitarnya setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu siang (10/10/2026). Sebanyak 120 unit rumah dilaporkan terendam banjir, sementara 238 jiwa telah dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan rilis berita yang diterima media ini, Minggu (11/10/2026), sejumlah aliran sungai di Kota Padang kembali meluap akibat tingginya intensitas hujan. Di beberapa titik, banjir yang bercampur lumpur pekat menerjang permukiman warga.
Kondisi tersebut memicu kepanikan masyarakat. Sejumlah pesan yang beredar di grup WhatsApp warga berisi permintaan bantuan evakuasi menggunakan perahu karet untuk menyelamatkan warga yang terdampak banjir.
Luapan air dilaporkan terjadi di sejumlah daerah aliran sungai (DAS), termasuk kawasan Lubuk Minturun. Debit air meningkat hingga mencapai pinggiran jalan dan menyentuh jembatan di beberapa lokasi.
Permukiman Lumin Park kembali menjadi perhatian setelah kawasan tersebut pernah diterjang banjir bandang pada 2025 lalu. Selain itu, banjir juga dilaporkan melanda kawasan Sungai Bangek, Ikua Koto, Sungai Lareh, hingga Batang Kuranji.
Hingga Minggu (11/10/2026), sebanyak 120 unit rumah dilaporkan terendam dan 238 jiwa telah dievakuasi. Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca dan potensi kenaikan debit air sungai.
Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diimbau untuk menjauhi aliran sungai dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila air terus meningkat. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri menerobos arus deras karena dapat membahayakan keselamatan.
Warga diharapkan terus memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. (Rel/Galung)