KPK-Lemhannas Perkuat Integritas Calon Pemimpin Nasional

Heri - Kamis, 08 Oktober 2026 15:45 WIB
KPK bersama Lemhannas RI memperkuat nilai integritas dan antikorupsi bagi calon pemimpin nasional melalui Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi bagi Peserta P4N,Angkatan LXX Tahun 2026 di Gedung Trigatra Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperkuat nilai integritas dan antikorupsi bagi calon pemimpin nasional melalui Pelatihan Penguatan Integritas dan Antikorupsi bagi Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026.

Dilansir dari laman KPK, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Trigatra Lemhannas RI, Jakarta, pada 6 Oktober 2026, dan diikuti 110 peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, lembaga pemerintah nonkementerian, sivitas akademika, hingga organisasi masyarakat.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk "Membangun Integritas melalui Lemhannas". Ia menekankan bahwa pembentukan karakter dan kesadaran diri merupakan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan antikorupsi.

Menurut Fitroh, integritas tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga merupakan proses pembentukan kesadaran yang utuh dalam diri seorang pemimpin. "Meluruskan niat pengabdian, meluruhkan ego dengan zero resistance, membumikan aksi dengan merangkul bawahan tanpa sekat," ujar Fitroh.

Ia menilai nilai-nilai yang dikembangkan Lemhannas, seperti autentik dalam pengabdian, nirpamrih, adaptif, serta setia pada kebenaran, menjadi landasan penting untuk membentuk pemimpin yang mampu menghadapi tantangan bangsa secara etis dan bertanggung jawab.

Fitroh juga memaparkan empat tingkatan kesadaran manusia dalam membangun integritas, yakni Awam, Waras, Tulus, dan Abdullah sebagai puncak kesadaran.

"Integritas berkembang melalui beberapa tingkat kesadaran, pertama Awam, Waras, Tulus dan puncak kesadaran adalah level Abdullah, sosok pemimpin yang memandang jabatan dan kewenangan sebagai amanah pengabdian," katanya.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily mengatakan para peserta memiliki tanggung jawab besar sebagai calon pemimpin nasional untuk menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.

"Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin nasional untuk menunjukkan kepemimpinan yang berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa," tegas Ace Hasan.

Ace Hasan menilai penguatan integritas penting dilakukan karena tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia masih besar. Salah satunya tercermin dari Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih perlu terus ditingkatkan.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko korupsi, khususnya terkait konflik kepentingan, gratifikasi, serta penerapan prinsip Business Judgment Rule (BJR).

Peserta juga dibekali materi mengenai strategi pemberantasan korupsi, jenis tindak pidana korupsi, dampak dan biaya sosial korupsi, pengendalian gratifikasi, hingga konflik kepentingan. Materi kemudian diperdalam melalui diskusi dan analisis studi kasus.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

KPK: Indeks Integritas Pendidikan 2026 Capai 73,30, Tata Kelola Masih Jadi Tantangan

Hukum & Peristiwa

KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara

Hukum & Peristiwa

KPK Perluas Gerakan Antikorupsi di Lampung, Libatkan Kampus hingga Pelajar

Hukum & Peristiwa

KPK Ungkap Integritas Pendidikan Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

Hukum & Peristiwa

KPK Ajak Generasi Muda Berani Bersuara Lewat Karya Kreatif

Hukum & Peristiwa

KPK Perluas Gerakan Antikorupsi di Lampung, Libatkan Kampus hingga Pelajar