Jakarta (buseronline.com) - Polri melanjutkan penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026.
Dilansir dari laman Humas Polri, perkara tersebut kini telah dilimpahkan dari Polda Kalimantan Selatan ke
Mabes Polri untuk ditangani Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair Korpolairud) Baharkam Polri.
Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, pelimpahan perkara dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan lanjutan yang sejak awal melibatkan berbagai stakeholder.
"Sejak awal kejadian, Polri bersama Basarnas, TNI, dan stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan secara terpadu, baik dalam mendukung operasi SAR, evakuasi dan pelayanan kepada korban maupun keluarga korban, maupun dalam proses penyelidikan dan penyidikan," ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, pada 28 September 2026.
Sebelum perkara dilimpahkan ke Mabes Polri, Polda Kalimantan Selatan melalui jajaran Ditpolairud telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan terhadap nakhoda, anak buah kapal (ABK) yang selamat, serta pihak terkait lainnya. Penyidik juga melakukan pendalaman untuk mengungkap fakta-fakta di balik kecelakaan
KM Virgo Transport 8.
"Penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan melibatkan dan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian dari proses penanganan perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Johnny.
Di tengah proses hukum, operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban
KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Hingga 28 September 2026, sebanyak 174 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan selamat dan 66 orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 69 orang masih dalam pencarian.
Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan dan pesisir yang menjadi area operasi pencarian.
Polri juga mengerahkan dukungan unsur kapal dan udara serta Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu proses penanganan korban.
Tim DVI bekerja bersama unsur terkait untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia melalui pencocokan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga dengan data post mortem korban.
Johnny mengatakan, penanganan korban dan keluarga menjadi perhatian seluruh unsur yang terlibat dalam operasi.