Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8

Heri - Selasa, 15 September 2026 17:00 WIB
Polri memperkuat operasi SAR untuk mencari penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu.

Jakarta (buseronline.com) - Polri memperkuat operasi Search and Rescue (SAR) untuk mencari penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu.

Dilansir dari laman Humas Polri, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya terus melakukan pencarian dan evakuasi secara terpadu.

"Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian," kata Trunoyudo, pada 13 September 2026.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 09.00 WIB, KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri dari sekitar 215 penumpang dan 30 awak kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dan mengevakuasi mereka yang masih dalam pencarian," ujar Trunoyudo.

Untuk memperkuat operasi, Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan tiga Kapal Polisi terdekat menuju lokasi kejadian.

Ketiga kapal tersebut yakni KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 mil laut dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 dalam posisi BKO Kalteng dengan jarak sekitar 103 mil laut dan estimasi waktu tempuh sembilan jam, serta KP Manyar-5003 dalam posisi BKO Surabaya dengan jarak sekitar 200 mil laut dan estimasi waktu tempuh 24 jam.

Operasi juga diperkuat KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, sejumlah kapal lainnya, serta dua unit helikopter dari Polda Kalteng dan Basarnas Surabaya.

Sebanyak 20 personel Basarnas dan 10 personel KSOP turut dikerahkan ke lokasi untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi.

"Kekuatan SAR terus diperkuat. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi," kata Trunoyudo.

Selain pencarian, Polri menyiapkan dukungan Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi korban.

Sebanyak enam posko DVI didirikan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Di Jawa Timur, posko berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Sumenep, dan RS Bhayangkara Surabaya.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

Hari Ketiga, Pencarian 8 Orang di Perairan Anak Krakatau Diperluas Jadi Enam Sektor