Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jadi Korban Penembakan di Muliama

Heri - Jumat, 11 September 2026 12:40 WIB
Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak saat melakukan perjalanan untuk meninjau kegiatan cetak sawah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, pada 9 September 2026 sore.

Jayawijaya (buseronline.com) - Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak saat melakukan perjalanan untuk meninjau kegiatan cetak sawah di Kampung Muliama, Distrik Muliama, pada 9 September 2026 sore.

Dilansir dari laman Humas Polri, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.53 WIT. Sebelumnya, rombongan yang terdiri dari 11 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya berangkat dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Dalam aksi penembakan itu, tiga pegawai menjadi korban. Dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Wamena sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Ketiga korban masing-masing berinisial WB (24), perempuan, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. WB mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan dan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena.

Korban kedua, AR (49), perempuan, merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. AR mengalami luka tembak pada bagian perut dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sedangkan korban ketiga, AAM (35), laki-laki, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. AAM mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri serta dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Usai menerima laporan, personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.

Petugas juga melakukan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama dan sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan aksi penembakan tersebut.

Sebanyak delapan orang yang berada bersama rombongan korban saat kejadian juga diamankan untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan guna mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

Dari penyelidikan sementara, aparat menduga aksi penembakan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Meski demikian, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas dan keterlibatan para pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani SSos SIK MH mengatakan aparat langsung mengambil langkah penanganan setelah mendapatkan informasi mengenai penembakan tersebut.

"Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Faizal.

Faizal mengecam aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil. Ia menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan aparat akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap serta menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga SIK MHum mengimbau masyarakat Jayawijaya tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

Satgas Damai Cartenz Gelar Terapi Bermain dan Bagikan Perlengkapan Sekolah di Ilaga

Hukum & Peristiwa

Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas dalam Penindakan di Yahukimo

Hukum & Peristiwa

Patroli Jalan Kaki Satgas Damai Cartenz di Muara Puncak Jaya, Sapa Warga dan Bagikan Makanan Ringan

Hukum & Peristiwa

Satgas Damai Cartenz Perkuat Pendekatan Humanis di Puncak Jaya, Polisi Bantu Warga di Kebun

Hukum & Peristiwa

Honai Belajar Gratis Polsek Tembagapura Dorong Anak Papua Semangat Menuntut Ilmu

Hukum & Peristiwa

10 Selongsong Peluru Ditemukan Usai Gangguan Tembakan di Asologaima