Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendorong seluruh jajaran lalu lintas memperkuat keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui pemanfaatan data dan teknologi.
Hal tersebut disampaikan Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dir Kamsel)
Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Kamseltibcarlantas sekaligus persiapan HUT Lantas ke-71 di Aula UE Madellu, Gedung NTMC Polri,
Jakarta, pada 3 September 2026.
Prianto menegaskan, setiap langkah penanganan persoalan lalu lintas harus didasarkan pada data yang akurat. Pemetaan wilayah rawan kecelakaan atau blackspot dan lokasi rawan gangguan lalu lintas atau troublespot dinilai penting untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.
"Langkah-langkahnya harus memang didasari dengan data-data yang ada. Contohnya pemetaan blackspot, troublespot, dan lain sebagainya," kata Prianto dilansir dari laman Humas Polri.
Ia juga meminta jajaran lalu lintas bergerak cepat dan terukur dalam menangani kecelakaan. Setelah penanganan awal di lokasi kejadian, petugas diminta segera melakukan evaluasi untuk menentukan langkah pencegahan.
"Selain penanganan awal, segera lakukan evaluasi pencegahan dengan melihat faktor manusia, kendaraan, jalan, cuaca, dan sistem pengawasan," ujarnya.
Menurut Prianto, evaluasi tersebut diperlukan agar penanganan kecelakaan tidak hanya berhenti pada penyelesaian suatu peristiwa. Hasil evaluasi harus menjadi dasar untuk mengambil langkah konkret sehingga kecelakaan serupa dapat dicegah.
Selain penguatan berbasis data,
Korlantas Polri juga mendorong optimalisasi teknologi yang telah dimiliki. Sistem RTMC, ETLE, dan K3I diminta dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengawasan dan pengendalian operasional lalu lintas.