Samarinda (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak generasi muda untuk lebih kritis dalam melihat sebuah keberhasilan, terutama dalam membedakan antara prestasi dan privilege atau keistimewaan yang diperoleh melalui akses maupun relasi tertentu.
Dilansir dari laman
KPK, pesan tersebut disampaikan
KPK melalui kegiatan BenarBenar Podcast Live
Samarinda yang digelar di Main Atrium Big Mall
Samarinda, Kalimantan Timur, 29 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi
KPK itu mengangkat tema "Privilege atau Prestasi?"
Kasatgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Dotty Rahmatiasih mengatakan isu tersebut penting dibicarakan karena generasi muda saat ini menghadapi berbagai persoalan terkait kesempatan pendidikan, pekerjaan, pengembangan karier, hingga ruang untuk berkarya.
Menurut Dotty, privilege tidak selalu menjadi persoalan selama diperoleh dan digunakan secara tepat. Namun, persoalan muncul ketika akses atau kedekatan dengan pihak tertentu digunakan untuk memperoleh sesuatu dengan cara yang tidak adil.
"Privilege bukan masalah selama diperoleh dan digunakan secara tepat. Yang menjadi persoalan adalah ketika akses atau kedekatan kemudian digunakan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang tidak adil," ujar Dotty.
Ia menambahkan, generasi muda perlu memiliki keberanian untuk mempertanyakan berbagai hal yang selama ini dianggap biasa. Sikap kritis tersebut dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam membangun budaya antikorupsi.
"Kami ingin anak muda tidak sekadar menerima apa yang muncul di media sosial. Mereka perlu membiasakan diri untuk bertanya, memeriksa, dan melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang," katanya.
Dalam kegiatan tersebut,
KPK menghadirkan Andovi dan Jovial Da Lopez bersama Fia sebagai host. Mereka berbincang dengan Cing Abdel, seorang komedian, presenter, aktor dan penyiar radio, serta Zainul Arifin, content creator dan influencer asal Kalimantan Timur.
Pembahasan mencakup pengalaman dan pandangan mengenai privilege, kesempatan, kerja keras, pencapaian, serta bagaimana seseorang tetap menjaga integritas ketika memiliki akses atau keistimewaan yang tidak dimiliki orang lain.
Selain podcast, kegiatan juga diramaikan kompetisi Stand Up Comedy "Operasi Tangkap Tawa
Samarinda" serta berbagai aktivitas hiburan dan kreativitas lainnya.
KPK menilai praktik korupsi tidak selalu bermula dari tindakan besar. Perilaku tersebut dapat diawali dari pembenaran kecil yang dianggap wajar dalam kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan koneksi untuk mendapatkan sesuatu, memberikan keistimewaan kepada orang terdekat, maupun mengambil kesempatan yang seharusnya menjadi hak orang lain.
"Karena itu, membangun integritas harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari," tutur Dotty.