Kompolnas Visitasi Kompolnas Awards 2026, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas di Jateng

Heri - Senin, 31 Agustus 2026 17:00 WIB
Tim Kompolnas melakukan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026).

Magelang (buseronline.com) - Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, pada 27 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Humas Polri, visitasi dilakukan di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang dan Polsek Nogosari Polres Boyolali. Kegiatan tersebut untuk melihat langsung inovasi, konsistensi, kolaborasi, serta dampak pelayanan yang dilakukan personel Polri kepada masyarakat.

Anggota Kompolnas Dr Yusuf SAg MH mengatakan visitasi menjadi bagian penting dalam proses penilaian Kompolnas Awards 2026. Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat gagasan inovasi, tetapi juga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"Melalui visitasi ini kami ingin melihat secara langsung bagaimana inovasi yang dilakukan anggota Polri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yang kami lihat bukan hanya gagasannya, tetapi juga konsistensi pelaksanaan dan dampaknya terhadap lingkungan serta hubungan antara polisi dengan masyarakat," ujar Yusuf.

Di Polsek Mertoyudan, tim Kompolnas meninjau inovasi Bhabinkamtibmas Desa Mertoyudan, Aiptu Dilia Eka Sari SH, yang masuk nominasi perseorangan kategori Planet.

Aiptu Dilia menjalankan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menerapkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.

Masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk kompos padat dan pupuk organik cair untuk dimanfaatkan di sektor pertanian dan perkebunan.

Limbah organik lainnya juga dimanfaatkan sebagai pakan magot BSF dan silase pakan ternak. Sementara sampah anorganik seperti logam dan plastik dipilah, ditimbang, dicatat, kemudian dijual sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Barang-barang bekas juga dimanfaatkan secara kreatif untuk mendukung pembuatan lahan pertanian dan taman.

Inovasi tersebut dinilai memberikan dampak positif, mulai dari meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha mandiri, mengurangi timbunan sampah hingga menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Konsistensi Aiptu Dilia juga membuahkan sejumlah prestasi. Di antaranya Juara 1 Bhabinkamtibmas Teladan Polda Jateng 2026, Juara 1 Penggerak Ketahanan Polresta Magelang 2025, serta Juara 3 Pekarangan Pangan Bergizi Polresta Magelang 2025.

Selain meninjau inovasi, tim Kompolnas juga melihat kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Magelang yang berada di jalur utama Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Purwokerto.

Sejumlah tantangan kamtibmas yang dihadapi meliputi kejahatan konvensional, narkoba, kecelakaan lalu lintas, potensi bencana alam, aktivitas tambang pasir ilegal, serta potensi berkembangnya paham radikal dan terorisme.

Berdasarkan data semester I 2026, tiga jenis kejahatan tertinggi di wilayah tersebut yakni narkoba sebanyak 40 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 28 kasus, dan penganiayaan berat (anirat) sebanyak 15 kasus.

Visitasi kemudian dilanjutkan ke Polsek Nogosari Polres Boyolali. Di sana, tim Kompolnas meninjau inovasi Brigadir Agus Kurniawan yang masuk nominasi perseorangan kategori Partnership melalui program KOPI CURHAT PAKBHABIN.

Program yang digagas sejak 2021 tersebut menjadi sarana komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Warga diajak berbincang secara santai sambil menikmati kopi yang disediakan secara gratis.

Program tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak muda, petani, organisasi masyarakat hingga komunitas. Dalam suasana informal, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Persoalan yang disampaikan warga beragam, mulai dari masalah keluarga, keuangan, kenakalan remaja, penipuan hingga persoalan kamtibmas.

Program KOPI CURHAT PAKBHABIN juga telah digunakan untuk membantu menyelesaikan sejumlah persoalan masyarakat, di antaranya konflik guru dan murid, persoalan warisan, konflik antara ormas PSHT dengan warga, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Brigadir Agus juga memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan tersebut melalui Instagram, TikTok dan YouTube. Konten yang diproduksi secara rutin tersebut telah memiliki jutaan pengikut.

Pendapatan dari monetisasi media sosial kemudian dimanfaatkan untuk mendukung produksi konten berikutnya sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

CJIBF 2026 di Jakarta Catat Potensi Investasi Rp19,07 Triliun

Hukum & Peristiwa

PLTS Terapung Gajah Mungkur Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027

Hukum & Peristiwa

Karhutla Jateng Capai 232 Kejadian, Naik 700 Persen Dibanding Tahun Lalu

Hukum & Peristiwa

Jateng Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Ancaman Kekeringan

Hukum & Peristiwa

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Hukum & Peristiwa

Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan