Jakarta (buseronline.com) - Polri mengerahkan 300 personel Brimob dari Kalimantan Timur dan Bali untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Dilansir dari laman Humas
Polri, pengerahan pasukan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat dalam menghadapi ancaman
karhutla, sekaligus memperkuat koordinasi dan penanganan di lapangan.
Sebanyak 190 personel Pasukan Brimob II Korbrimob Polri dari Kalimantan Timur diberangkatkan untuk melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) ke wilayah hukum Polda Kalimantan Barat. Mereka akan bergabung dalam Satgas Operasi Aman Nusa II Penanganan Karhutla.
Pemberangkatan 190 personel tersebut dilakukan dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, dan dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro.
Sementara itu, Polda Bali mengerahkan 110 personel Satuan Brimob Polda Bali atau satu satuan setingkat kompi (SSK). Pemberangkatan dilakukan dari Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, dipimpin Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Pasukan Brimob Polda Bali yang dipimpin PS Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Bali Kompol Nyoman Supartha kemudian diberangkatkan melalui jalur udara menuju Pontianak untuk bergabung dengan pasukan lainnya dalam operasi penanganan
karhutla.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengerahan personel merupakan bentuk respons cepat Polri dalam menghadapi potensi karhutla.
"
Polri terus memperkuat mitigasi sejak dini melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Isir.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman ketika kebakaran terjadi. Polri juga mengutamakan pencegahan, deteksi dini, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, serta pemulihan pascabencana.