Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa di NTT

Administrator - Minggu, 16 Agustus 2026 20:49 WIB
Menko PMK RI Pratikno menyampaikan keterangan kepada wartawan usai mengikuti rapat koordinasi penanganan darurat pascabencana gempa bumi di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

Manggarai Barat (buseronline.com) - Pemerintah pusat bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pembentukan posko bencana hingga percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno mengatakan, pemerintah telah membentuk posko terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana di wilayah terdampak.

Hal tersebut disampaikan Pratikno usai mengikuti rapat koordinasi penanganan darurat pascabencana gempa bumi di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

Menurut Pratikno, pemerintah pusat juga menyiapkan posko nasional untuk memastikan bantuan dari berbagai daerah dapat dikonsolidasikan dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Tadi sudah disampaikan, ini akan segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko, pemerintah pusat ada posko, posko nasional," ujar Pratikno.

Ia menjelaskan, bantuan logistik dari Jakarta dan daerah lainnya akan dikonsolidasikan sebelum dikirimkan ke wilayah terdampak.

Dalam masa tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan penyelamatan masyarakat serta pemulihan kondisi wilayah yang terdampak gempa. Infrastruktur penting seperti jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, dan jaringan internet juga menjadi prioritas untuk segera dipulihkan.

"Yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional," katanya.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk membangun kembali wilayah terdampak sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana.

Pratikno menegaskan bahwa bencana tidak sepenuhnya dapat dihindari. Karena itu, diperlukan pemerintah daerah, masyarakat, dan infrastruktur yang tangguh agar mampu menghadapi berbagai ancaman bencana.

"Bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun pemda yang tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi seluruh jajaran pemerintah sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

"Sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting karena memang resources pusat untuk tanggap darurat dan juga rehab-rekon ini sangat besar," jelas Pratikno.

Di akhir keterangannya, Pratikno menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban, dan mohon kepada seluruh jajaran masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat," pungkasnya. (DKI1)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Hukum & Peristiwa

Gempa M7,7 Guncang Flores, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Labuan Bajo Dievakuasi

Hukum & Peristiwa

Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan, KDM Soroti Knalpot Brong hingga Tramadol

Hukum & Peristiwa

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Wilayah Timur Laut Supiori, Papua

Hukum & Peristiwa

LBH Medan Minta Hak Keluarga Korban Ledakan Grand Polonia Dipenuhi

Hukum & Peristiwa

Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi

Hukum & Peristiwa

Ijeck Soroti Kecelakaan Maut di Sibolangit, Siap Bahas Penertiban ODOL di Komisi V DPR RI