Jakarta (buseronline.com) - Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa.
Dilansir dari laman Humas
Polri, apel terpusat digelar di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam
Polri,
Jakarta, dan dipimpin Kakorsabhara Baharkam
Polri Irjen Pol Dr M Nazly Harahap SIK MH MM. Sebanyak 420 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Personel yang terlibat terdiri dari 360 anggota Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, serta 20 personel BPBD.
Nazly mengatakan, apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi
Karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.
"Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi," ujar Nazly di Jakarta.
Ia menyebutkan, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah lainnya.
Menurut Nazly, cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu Karhutla.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu hingga kebakaran meluas. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi masyarakat, dan respons cepat harus menjadi prioritas.
"Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla," tegasnya.