Bandung (buseronline.com) - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mengajak para pelajar di Jawa Barat untuk menjadi pelopor dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dilansir dari laman Jabarprov, ajakan tersebut disampaikan Menteri HAM
Natalius Pigai melalui sambutan yang dibacakan Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, saat membuka Jabar Human Rights Forum (JHRF) 2026: Bedah Buku dan Talkshow Penguatan Hak Asasi Manusia di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan
Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu.
Dalam sambutannya, Munafrizal menegaskan bahwa para peserta tidak hanya hadir sebagai peserta forum, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan masing-masing.
"Kehadiran kalian di sini bukan hanya sebagai peserta, tetapi menjadi pelopor dalam menyuarakan nilai-nilai hak asasi manusia di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai HAM sejatinya telah diperkenalkan kepada para pelajar melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Melalui kegiatan JHRF 2026, pemahaman tersebut diharapkan semakin diperkuat sehingga dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak para pelajar untuk berani menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, menolak segala bentuk diskriminasi, menghargai keberagaman, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghormati.
Munafrizal juga mengingatkan bahwa perubahan besar selalu diawali dari tindakan-tindakan sederhana. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak melakukan perundungan, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta membiasakan sikap menghargai sesama.
"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Mulailah dengan tidak melakukan perundungan, tidak menyebarkan ujaran kebencian, dan membiasakan sikap saling menghormati," katanya.
Kementerian HAM berharap forum tersebut dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta siap menjadi calon pemimpin bangsa yang mampu menjaga persatuan dan kehidupan yang damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (R)