Bandung (buseronline.com) - Maraknya kasus begal dan kejahatan jalanan di Kota Bandung menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu keamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan sosial masyarakat.
Dilansir dari laman Jabarprov, oleh sebab itu, penanganannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Sonata Talkshow bertajuk "Begal dan Kriminalitas: Ketika Penyakit Sosial Mengancam Kota Kita" yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr dr Agung Firmansyah Sumantri SpPD KHOM MMRS FINASIM serta Sekretaris Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi SIP MSi.
Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan bahwa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan tidak hanya berarti bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial.
Ia menegaskan bahwa meningkatnya angka kriminalitas dapat menyebabkan luka fisik, trauma psikologis, rasa takut, hingga hilangnya rasa aman yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat.
Agung menilai penanganan kejahatan jalanan perlu dilakukan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Upaya promotif dilakukan dengan membangun lingkungan yang aman dan meningkatkan kesadaran masyarakat, sedangkan upaya preventif dilakukan melalui penguatan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan pengawasan orang tua terhadap anak.
Ia juga mengingatkan bahwa korban tindak kriminal berisiko mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD). Karena itu, selain mendapatkan perawatan medis, korban juga perlu memperoleh pendampingan psikologis agar trauma tidak berkembang menjadi gangguan kecemasan atau depresi.