Depok (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat pendidikan antikorupsi bagi generasi muda.
Dilansir dari laman
KPK, bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA),
KPK menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif di Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis.
Kegiatan yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" tersebut mengajak ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan mengenal nilai-nilai integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian melalui berbagai permainan dan aktivitas edukatif.
Direktur Jejaring Pendidikan
KPK Dian Novianthi mengatakan pendidikan karakter sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, anak-anak merupakan investasi masa depan yang perlu dibekali nilai-nilai integritas agar tumbuh menjadi pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab.
"KPK memandang anak sangat penting karena selain kita membangun kesejahteraannya, kita juga harus membangun pendidikannya supaya nantinya anak menjadi anak yang berintegritas dan kelak akan menjadi pemimpin Indonesia yang berintegritas serta membawa Indonesia menjadi Indonesia maju," ujar Dian.
Melalui booth edukasi,
KPK menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari kuis Roda Ceria Si Kumbi, pertunjukan boneka Kumbi and Friends, permainan edukatif, mewarnai tokoh Kumbi, board game antikorupsi, hingga permainan digital berbasis Quizizz.
Seluruh aktivitas dirancang sesuai kelompok usia peserta agar pesan tentang integritas dapat dipahami dengan cara yang menyenangkan.
Kepala Satuan Tugas Jejaring Pendidikan
KPK, Bariroh Barir, menyebut kolaborasi dengan KemenPPPA memungkinkan jangkauan edukasi antikorupsi menjadi lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang hanya melibatkan sekolah-sekolah di sekitar kantor
KPK.
"Melalui kerja sama dengan KemenPPPA, audiens yang terlibat menjadi jauh lebih besar. Ini menjadi peluang yang sangat baik bagi KPK untuk memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada lebih banyak anak," kata Bariroh.
Selain menghadirkan kegiatan interaktif,
KPK juga terus mengembangkan berbagai media pembelajaran antikorupsi yang ramah anak, seperti buku cerita, komik, dongeng, permainan edukatif, hingga materi pembelajaran digital yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Upaya ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan antikorupsi bersama berbagai kementerian agar nilai integritas tertanam dalam kehidupan sehari-hari.