Cimahi (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa integritas pejabat pemerintah harus dibangun tidak hanya dari individu, tetapi juga dari lingkungan keluarga. Dilansir dari laman Jabarprov, dukungan pasangan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
Hal itu disampaikan Erwan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi
Jawa Barat bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi
Jawa Barat, Kota
Cimahi, Jumat.
Kegiatan bertema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi" tersebut diikuti para pejabat eselon II di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat, mulai dari kepala dinas, kepala biro, hingga kepala badan, bersama suami atau istri masing-masing.
Erwan mengatakan, pendidikan antikorupsi yang melibatkan pasangan pejabat merupakan langkah preventif untuk memperkuat komitmen menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
"Agar tetap berintegritas, tidak ada niat untuk melakukan korupsi maupun menerima gratifikasi. Tujuan utamanya agar ketika mengakhiri masa jabatan nanti, seluruh pejabat dapat menyelesaikannya dengan husnul khatimah," ujar Erwan.
Ia mengingatkan agar keluarga tidak memberikan tekanan berupa tuntutan gaya hidup yang melebihi kemampuan, karena hal tersebut dapat menjadi salah satu pemicu seseorang menyalahgunakan jabatan.
"Sering kali seseorang sudah berniat bekerja dengan integritas, namun karena desakan dari pasangannya, akhirnya terjerumus korupsi. Karena itu, pasangan juga perlu diberikan pemahaman agar mampu memberikan dukungan yang positif," katanya.