Garut (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki keberanian dalam menjalankan tugas penegakan peraturan, penindakan hukum, serta pengamanan aset milik negara.
Hal tersebut disampaikan
Dedi Mulyadi saat memimpin Apel Gabungan Peringatan HUT Damkar ke-107,
Satpol PP ke-76, dan Satlinmas ke-64 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang kena cukai ilegal di Alun-alun Garut, Rabu.
Menurut Dedi, keberanian Satpol PP sangat dipengaruhi oleh sikap kepala daerah. Ia menilai kepala daerah yang berani dan bertanggung jawab akan mendorong aparat Satpol PP bekerja lebih tegas dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
"Nyali
Satpol PP itu tergantung nyali kepala daerah. Kalau kepala daerahnya berani dan selalu berada di barisan paling depan, maka
Satpol PP akan berani menyelesaikan berbagai problem," kata Dedi dilansir dari laman Jabarprov.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme anggota Satpol PP. Karena itu, proses rekrutmen harus dilakukan secara ketat dan bebas dari sistem titipan. Setelah diterima, calon anggota perlu menjalani pelatihan selama tiga hingga empat bulan untuk memahami tugas serta membentuk kesiapan fisik yang baik.
Dedi menjelaskan, penampilan dan kedisiplinan anggota
Satpol PP menjadi bagian penting dalam mendukung tugas penegakan hukum dan pengamanan aset negara.
Selain memberikan arahan kepada Satpol PP, Dedi juga mengapresiasi peran petugas Damkar, Satlinmas, dan BPBD yang selalu berada di garis depan dalam penanganan bencana dan keadaan darurat.
Menurutnya, keberadaan Linmas sering kali dipandang sebelah mata, padahal mereka menjadi pihak pertama yang menghadapi berbagai persoalan di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi memberikan penghargaan kepada seorang anggota Linmas bernama Iwan yang telah mengabdi sejak tahun 1970-an. Meski telah berusia 91 tahun, Iwan masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Linmas.
Usai menunjukkan kemampuan baris-berbaris di hadapan peserta apel, Iwan mendapat apresiasi berupa bantuan uang sebesar Rp50 juta dari Gubernur Jawa Barat. "Umur sudah 91 tahun namun tetap setia sebagai Linmas dan badannya masih tegap," ujar Dedi. (R)