Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba melalui berbagai langkah pencegahan dan penindakan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintensifkan patroli gabungan di wilayah yang diduga menjadi pintu masuk peredaran
narkoba serta kawasan rawan kenakalan remaja.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Muttqien Hasrimy mengatakan patroli gabungan melibatkan personel Satpol PP, TNI, dan Polri. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah wilayah strategis, termasuk Tanjungbalai dan Asahan yang dinilai rawan menjadi jalur masuk narkoba.
"Pada tahun ini, Satpol PP bersama personel gabungan TNI dan Polri melakukan patroli di pintu-pintu masuk yang rawan menjadi jalur peredaran
narkoba," ujar Muttqien pada temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu.
Menurutnya, jalur masuk narkoba saat ini semakin rawan karena jaringan distribusi yang bekerja secara terstruktur. Oleh karena itu, pengawasan diperketat guna mencegah masuknya narkoba ke wilayah Sumut. Selain menyasar jalur distribusi narkoba, patroli gabungan juga dilakukan di sejumlah tempat hiburan malam.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan dan tes urin terhadap pengunjung maupun pengelola tempat hiburan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan
narkoba.
Muttqien menegaskan, operasi serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebelumnya, Pemprov Sumut juga telah mengerahkan sekitar 2.000 personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri untuk melakukan penertiban di berbagai tempat hiburan malam.
Tidak hanya fokus pada penindakan,
Pemprov Sumut juga mengedepankan langkah pencegahan melalui program Mitra Pelajar. Program tersebut memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai bahaya
narkoba dan dampak negatif geng motor.
"Masalah fundamental kita adalah narkoba. Jika seseorang sudah terpapar, efek dominonya sangat merusak, terutama bagi keluarganya. Kami meyakini bahwa jika masalah narkoba ini bisa ditekan, angka kejahatan lain pun akan turun secara signifikan," kata Muttqien.
Melalui patroli gabungan dan program edukasi yang terus digencarkan,
Pemprov Sumut berharap dapat menekan angka penyalahgunaan
narkoba sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat. (P3)