Jakarta (buseronline.com) - Penamaan baru Halte Transjakarta Setiabudi Integritas resmi diperkenalkan, Minggu, di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Peresmian ini dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan operator transportasi Transjakarta, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD).
Dilansir dari laman
KPK, penambahan kata "Integritas" pada nama halte yang berlokasi sekitar 400 meter dari Gedung Merah Putih
KPK tersebut dimaksudkan sebagai upaya menghadirkan nilai antikorupsi di ruang publik yang setiap hari dilalui ribuan warga.
Halte ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat transit penumpang, tetapi juga media edukasi yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan.
Ketua
KPK, Setyo Budiyanto mengatakan bahwa transportasi publik memiliki potensi besar sebagai sarana penyampaian pesan moral kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa integritas merupakan nilai yang harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di ruang formal seperti kantor atau sekolah.
"Melalui penamaan halte ini, kami berharap masyarakat terus diingatkan bahwa integritas adalah nilai penting dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI
Jakarta, Pramono Anung, menilai meningkatnya penggunaan transportasi publik di
Jakarta menjadi peluang strategis untuk menyebarkan pesan positif di ruang publik. Ia berharap nama "Setiabudi Integritas" dapat menjadi pengingat yang terus hadir di tengah mobilitas warga.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza juga menyampaikan bahwa transportasi publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga dapat menjadi medium pembentukan karakter masyarakat melalui nilai-nilai positif.
Selain halte utama, turut diresmikan dua titik pemberhentian lain, yakni "Setiabudi Integritas 1" di sisi trotoar Jalan HR Rasuna Said serta "Pusat Edukasi Antikorupsi
KPK" di area Gedung ACLC
KPK.
Melalui inisiatif ini, KPK berharap nilai integritas tidak hanya menjadi bahan diskusi di ruang formal, tetapi juga hadir dalam aktivitas harian masyarakat melalui ruang publik yang mereka gunakan setiap hari. (R)