Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa informasi mengenai rekrutmen "Petugas Sensus Pertanian 2026" yang beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan merupakan informasi palsu atau hoaks.
Dilansir dari laman
Kementan, informasi tersebut mencatut nama Kementerian Pertanian dan menggunakan foto Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menawarkan lowongan pekerjaan bagi lulusan SMA/sederajat.
Dalam unggahan yang beredar, pelamar dijanjikan gaji sebesar Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan serta diarahkan untuk mendaftar melalui tautan tertentu.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono menegaskan bahwa
Kementan tidak pernah menerbitkan pengumuman rekrutmen tersebut maupun bekerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan perekrutan melalui tautan yang beredar.
"Informasi mengenai rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang beredar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Kementerian Pertanian tidak pernah menerbitkan pengumuman tersebut dan tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan rekrutmen melalui tautan yang beredar," ujar Arief di Jakarta, Rabu.
Arief mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Menurutnya, tawaran pekerjaan dengan proses pendaftaran yang tidak jelas dan mengarahkan pelamar ke situs di luar kanal resmi pemerintah patut dicurigai.
Ia meminta masyarakat untuk tidak mengklik tautan yang beredar, tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Seluruh informasi resmi Kementerian Pertanian hanya disampaikan melalui website dan akun media sosial resmi Kementerian Pertanian," tegasnya.
Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus nasional merupakan kewenangan instansi terkait dan setiap proses rekrutmen petugas sensus selalu diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.