Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution menyiapkan insentif tambahan bagi kepala desa yang berhasil lulus dan memperoleh sertifikat Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air dari Basarnas. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana hingga ke tingkat desa.
Kebijakan itu disampaikan
Bobby Nasution saat membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air
Basarnas yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa.
Menurut Bobby, pelatihan kebencanaan sangat penting mengingat Sumatera Utara kerap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Pengalaman bencana pada akhir 2025 yang menyebabkan ratusan korban jiwa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kapasitas penanganan darurat di tingkat desa.
"Kita akan beri insentif kepada kepala desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat. Bila kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana, paling tidak kita harus bisa menyelamatkan jiwa," ujar Bobby.
Bobby juga mencontohkan keberhasilan sebuah desa di Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menghadapi bencana banjir dan longsor pada akhir 2025. Meski lebih dari setengah wilayah desa terdampak kerusakan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Saat meninjau langsung lokasi tersebut, Bobby mengaku mendapat penjelasan dari kepala desa bahwa keberhasilan meminimalkan korban berkat penerapan ilmu yang diperoleh dari pelatihan Basarnas.
"Lebih setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya yang meninggal dunia. Saat saya tanya
kepala desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan
Basarnas dan menerapkannya saat terjadi bencana," katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penanganan keadaan darurat tidak dapat dilakukan oleh Basarnas seorang diri. Dengan jumlah personel sekitar 6.500 orang, Basarnas masih membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjangkau kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 29.000 personel.
"Kami sadar kami tidak bisa bekerja sendiri. Personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhannya 29.000 untuk seluruh Indonesia. Oleh karena itu kami terus bersinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan juga perangkat desa. Mereka adalah ujung tombak kita dalam kondisi darurat," ujar Syafii.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Kepala Pusat Pelatihan SDM Basarnas Anggit Mulyo Santoso, Sultan Deli XIV Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, perwakilan bupati dan wali kota se-Sumut, organisasi perangkat daerah terkait, serta jajaran Basarnas RI.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Sumut berharap kapasitas aparatur desa dalam menghadapi bencana semakin meningkat sehingga mampu mempercepat proses evakuasi dan penyelamatan warga saat kondisi darurat terjadi. (P3)