Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut untuk memperkuat kolaborasi dan melakukan intervensi terpusat dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah Sumut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga menyatakan kesiapan untuk mendukung dari sisi anggaran agar penanganan narkoba dapat dilakukan secara lebih serius dan menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho beserta jajaran di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby menegaskan pentingnya sinergi antara
Pemprov Sumut dan
BNNP guna menekan angka penyalahgunaan narkoba yang masih tinggi di daerah ini. Ia meminta agar intervensi dilakukan secara terpusat dengan fokus pada daerah-daerah yang menjadi pintu masuk utama dan pusat peredaran narkotika.
Menurut Bobby, ancaman narkoba terhadap generasi muda semakin mengkhawatirkan. Selain harganya yang semakin terjangkau, peredaran narkoba juga telah menyasar kelompok usia muda sehingga diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih masif.
Sebagai upaya antisipasi,
Pemprov Sumut berencana memperbanyak kegiatan masyarakat dan program-program positif di kawasan yang tergolong rawan narkoba. Selain itu, edukasi mengenai bahaya narkoba akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.
Meski demikian, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan narkoba di tingkat provinsi, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang tersebut.
Terkait keterbatasan anggaran yang dihadapi
BNNP Sumut, Bobby menegaskan komitmen
Pemprov Sumut untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan program yang diajukan.
"Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba," tegas Bobby.
Sementara itu, Kepala
BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengungkapkan bahwa Sumatera Utara masih menempati peringkat pertama secara nasional dalam jumlah pengguna narkoba. Dari sekitar 15 juta penduduk Sumut, diperkirakan 10 persen di antaranya merupakan pengguna narkoba.
Tatar menjelaskan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumut dipengaruhi oleh kondisi geografis yang menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu jalur utama masuknya narkotika. Selain itu, sejumlah kawasan di bagian selatan juga menjadi titik rawan penyelundupan.