Temanggung (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah guna mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.
Hal itu disampaikan Nawal saat menghadiri kegiatan "Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluarga dengan Protein Ikan" hasil kerja sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah dengan TP PKK
Jateng di Temanggung, Rabu.
Menurut Nawal, pemanfaatan pekarangan rumah memiliki banyak manfaat, mulai dari memenuhi kebutuhan gizi keluarga, mengurangi pengeluaran rumah tangga, hingga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
"Ini adalah kegiatan mengendalikan
inflasi, di antaranya dengan kita memanfaatkan lahan pekarangan sebagai satu sumber gizi. Kedua, untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan ketiga juga bisa menjadi income bagi keluarga tersebut," ujarnya dilansir dari laman
Jatengprov.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan gerakan Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) yang mendorong pemanfaatan halaman rumah secara produktif.
Dalam kegiatan itu, TP PKK
Jateng bersama Bank Indonesia menyalurkan bantuan 100 unit budikdamber atau budidaya ikan dalam ember kepada masyarakat. Program tersebut memadukan budidaya ikan lele dengan penanaman kangkung di bagian atas ember.
Selain budikdamber, masyarakat juga menerima bantuan bibit cabai. Nawal mengatakan, cabai menjadi salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi akibat fluktuasi harga di pasaran.
Menurutnya, apabila masyarakat mampu menanam cabai sendiri, maka permintaan pasar dapat ditekan sehingga lonjakan harga bisa diminimalisasi. "Kadang-kadang
inflasi itu kaitannya dengan naik turunnya harga cabai. Sehingga pada hari ini kita memberikan bantuan juga," katanya.
Nawal berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan melalui pendampingan dan pembinaan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun kader PKK di daerah.
Ia menambahkan, bantuan ikan lele dan bibit cabai itu sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang menjadikan ketahanan pangan sebagai program prioritas pada 2026.
Selain itu, Nawal juga mendorong kader PKK untuk mengampanyekan gerakan gemar makan ikan (Gemarikan) melalui pengembangan olahan ikan yang lebih variatif, seperti bakso ikan dan produk olahan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Nawal turut mengapresiasi dukungan Bank Indonesia terhadap program pemberdayaan masyarakat itu. Ia menyebut, kolaborasi serupa juga akan dilakukan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, seperti Semarang dan Karanganyar.
"Dengan pengalaman yang sudah ada, misalnya program Rabu Pon, ternyata berhasil ketika ada pendampingan," pungkasnya. (R)