Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus berupaya memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih profesional, transparan, adaptif, dan berdaya saing.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek)
Coaching Clinic BUMD Provinsi Sumut. Kegiatan tersebut dibuka Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu.
Dalam sambutannya, Sulaiman mengatakan BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"
BUMD tidak hanya dipandang sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan daerah yang harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan, di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi yang terus berubah, BUMD dituntut menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, kompetitif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Menurutnya, pengelolaan
BUMD saat ini tidak dapat lagi dilakukan dengan pola kerja biasa, melainkan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, kemampuan analitis, kepemimpinan yang kuat, serta pemahaman yang baik terhadap tata kelola perusahaan yang sehat.
Sulaiman juga mengajak seluruh jajaran pengelola BUMD untuk membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, inovatif, disiplin, serta berbasis data dan kinerja.
"
BUMD tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan optimal, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor-sektor strategis daerah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang baik, BUMD di Sumut mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang kuat dan kompetitif.
Pada kesempatan tersebut, Widyasuara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumatera Utara Hironymus Ghodang hadir sebagai narasumber dengan materi "Profesionalisme ASN dalam Tata Kelola
BUMD".
Hironymus menyampaikan bahwa BUMD saat ini menghadapi tantangan besar di era digital, mulai dari persaingan yang semakin ketat hingga meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan.
Menurutnya,
BUMD tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus sehat secara finansial, kuat dalam tata kelola, dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.
"ASN yang profesional dan adaptif menjadi kunci utama keberhasilan transformasi BUMD. Oleh karena itu, yang harus dioptimalkan di sebuah BUMD di antaranya software, hardware, netware, dataware, dan brainware," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumut Agustinus Panjaitan, serta jajaran direksi
BUMD se-Sumut yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. (P3)