Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Fokus Pembangunan Jateng 2027

Heri - Rabu, 20 Mei 2026 19:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).

Banjarnegara (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai fokus utama pembangunan daerah pada 2027.

Dilansir dari laman Jatengprov, kebijakan itu digagas untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah setelah pembangunan infrastruktur dan program swasembada pangan dinilai berjalan baik pada 2025 dan 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan arah pembangunan tersebut mulai diintegrasikan dengan rencana pembangunan pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah.

"Infrastruktur sudah pada 2025, dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita," ujar Luthfi usai menghadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin.

Menurutnya, integrasi program pembangunan itu merupakan tindak lanjut hasil Musrenbang tingkat provinsi yang telah selesai digelar beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data 2025, sektor pariwisata Jawa Tengah tumbuh signifikan sebesar 10,60 persen. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus meningkat, dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,74 persen pada 2025.

Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan tajam. Pada 2022 tercatat sebanyak 46,6 juta wisatawan, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 74,4 juta wisatawan atau naik sekitar 59,73 persen.

Luthfi menyebutkan, Jawa Tengah memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, mulai dari wisata alam, kuliner, hingga budaya dan wastra yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. "Modalnya sudah ada di wilayah kita masing-masing, ada wisata alam, wisata kuliner, wastra, dan lainnya," katanya.

Ia menilai kawasan Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata alam dan agro. Namun, pemetaan destinasi masih perlu dilakukan agar seluruh potensi wisata, termasuk desa wisata, dapat dikembangkan secara optimal.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyatakan pihaknya siap menyelaraskan program daerah dengan peta jalan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, Banjarnegara akan fokus mengembangkan destinasi wisata zona dua di kawasan Pegunungan Dieng yang selama ini belum banyak tersentuh.

"Destinasi wisata zona dua ini belum banyak disentuh. Desa wisata juga menjadi magnet bagi Banjarnegara agar pertumbuhan ekonomi meningkat," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengatakan pihaknya akan menata ulang sejumlah destinasi wisata unggulan seperti kawasan Cipari, Teluk Penyu, dan Benteng Pendem.

"Kami akan tata ulang supaya bisa dimanfaatkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Untuk wisata syariah dan ekonomi syariah, akan kami dorong untuk dikembangkan," katanya.

Rembug Pembangunan Jawa Tengah turut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho, serta sejumlah kepala daerah dari Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Literasi Digital Harus Dimulai dari Keluarga, Plt Bupati Pati Tekankan Peran Ibu

Ekonomi

Jateng Catat Capaian Tertinggi Nasional, 6.271 Koperasi Merah Putih Sudah Beroperasi

Ekonomi

MA Tolak Kasasi Terdakwa Kasus Pemerasan PPDS UNDIP, Vonis 4 Tahun Penjara Berkekuatan Hukum Tetap

Ekonomi

Program Sekolah Kemitraan Bantu Siswa Kurang Mampu di Brebes Tetap Lanjut Sekolah

Ekonomi

Wali Kota Salatiga Apresiasi Dedikasi Kader Kesehatan di Jambore 2026

Ekonomi

Jateng Jadi Tuan Rumah Raker FKD MPU, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Ekonomi Nasional