Banjarnegara (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi daerah.
Dilansir dari laman Jabarprov, sejak Januari hingga Mei 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 794 kali di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Salah satu kegiatan GPM digelar di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin. Warga tampak antusias memadati gerai penjualan bahan pokok murah dalam kegiatan yang turut dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Warga Desa Gumiwang, Parmiati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia membeli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
"Ini beli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur. Harganya termasuk murah daripada di pasaran. Sangat membantu warga kecil seperti saya," ujarnya.
Menurut Parmiati, penghasilan suaminya yang bekerja di gudang jagung dengan sistem borongan tidak menentu, sehingga keberadaan GPM sangat membantu kebutuhan rumah tangga mereka.
"Pendapatan suami tidak tentu karena sistemnya borongan, kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya saya belanja ke pasar, ini harganya beda. Jadi membantu sekali," katanya.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk intervensi pemerintah terhadap bahan pokok penting untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan stok pangan masyarakat.
Menurutnya, melalui subsidi pemerintah, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan komoditas lainnya dengan harga lebih terjangkau. Pada kegiatan GPM di Desa Gumiwang tersebut, total komoditas yang dijual mencapai nilai Rp121 juta.
Komoditas itu meliputi 5 ton beras, 1.000 liter minyak goreng, 500 kilogram telur, 200 kilogram gula pasir, 200 kilogram bawang merah, 200 kilogram bawang putih, serta masing-masing 50 kilogram cabai rawit merah dan cabai merah keriting.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menyebutkan pelaksanaan GPM selama Januari hingga Mei 2026 telah mencatat omzet mencapai Rp15,1 miliar. "Ini untuk meningkatkan keterjangkauan masyarakat, supaya dapat mengakses pangan yang lebih murah," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan gerakan pangan murah sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. "Kegiatan ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Selain meninjau GPM, Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan pangan melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Bantuan yang disalurkan di Desa Gumiwang meliputi 2 ton beras dan 400 kilogram beras sorgum untuk 200 keluarga, serta 200 kilogram beras fortivit bagi 100 orang tua yang memiliki balita rawan stunting. (R)