Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Medan menggelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan, Jalan Rotan, Proyek Petisah, Senin.
Kegiatan bertema "Melalui UPPKA Kita Tingkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Keluarga" itu dibuka Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Medan Edliaty yang diwakili Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga, Elviyanti Pohan.
Sosialisasi tersebut menjadi bentuk komitmen Pemko Medan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.
Kegiatan diikuti perwakilan lurah, Petugas KB (PKB), Petugas Lapangan KB (PLKB), ketua dan anggota kelompok UPPKA, kader KB, serta keluarga akseptor KB se-Kota Medan. Hadir sebagai narasumber Agustina Siregar, Nina Miranda Lubis, dan Arwita R Pasaribu.
Dalam sambutannya, Elviyanti Pohan mengatakan program UPPKA merupakan langkah strategis untuk membantu keluarga menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
"Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas," ujarnya.
Menurut Elviyanti, melalui kelompok UPPKA masyarakat didorong untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis gotong royong.
Ia menilai pembentukan kelompok usaha tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam pemenuhan gizi anak.
"Dengan meningkatnya pendapatan dan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, pemenuhan gizi anak-anak di Kota Medan diyakini akan jauh lebih baik. Hal ini selaras dengan program prioritas Pemko Medan dalam mengakselerasi penurunan angka stunting," katanya.
Dalam sosialisasi itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pembentukan kelompok usaha yang legal dan terstruktur, penguatan ekonomi berbasis komunitas, hingga peluang pengembangan usaha mikro berkelanjutan.
Pemko Medan, lanjut Elviyanti, juga berkomitmen memberikan pembinaan, pelatihan manajemen usaha, dan pendampingan berkala kepada kelompok usaha yang terbentuk agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi terkait pengelolaan usaha ekonomi produktif, strategi pengembangan usaha, manajemen kelompok, serta teknik pemasaran modern. Para peserta juga aktif berdialog dan bertanya kepada narasumber mengenai pengembangan UPPKA di Kota Medan. (P3)