Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Resmikan Gudang Pangan dan SPPG Polri di Tuban

Administrator - Minggu, 17 Mei 2026 20:54 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis pemerintah ditunjukkan dengan pelaksanaan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Jatim (buseronline.com) - Presiden RI Prabowo Subianto terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah strategis pemerintah. Salah satunya ditunjukkan dengan pelaksanaan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri kabinet, di antaranya Prasetyo Hadi dan Amran Sulaiman.

Usai kegiatan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda di Tuban merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Menurutnya, pemerintah kini tidak hanya fokus mempertahankan capaian swasembada beras, tetapi juga memperkuat produksi jagung dan komoditas pangan strategis lainnya.

"Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya," ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada para petani di seluruh Indonesia atas kontribusi mereka dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan para petani di berbagai daerah.

"Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang Perum Bulog kini mencapai 5,3 juta ton. Menurutnya, angka tersebut menjadi pencapaian bersejarah yang menunjukkan kondisi pangan nasional dalam keadaan aman dan terkendali.

"Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Ia menyebut stok pupuk nasional saat ini dalam kondisi lebih dari cukup dan Indonesia bahkan mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara.

"Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia, berikutnya Filipina, Brasil, India. Bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Australia langsung mengucapkan terima kasih empat kali. Ini kehebatan Bapak Presiden Republik Indonesia, gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik," ujar Amran.

Selain keberhasilan swasembada beras, Amran menyebut Indonesia juga telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Ia menambahkan harga pupuk dalam negeri mengalami penurunan hingga 20 persen yang diharapkan semakin membantu produktivitas petani nasional.

"Swasembada beras sudah, kemudian kita ekspor pupuk, harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan," tutupnya. (DKI1)

Editor
: Dirgahayu Ginting

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Satgas Ops Damai Cartenz 2026 Amankan Peresmian Gereja di Kiwirok

Ekonomi

Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Lanjut Ziarah ke Makam Tokoh Buruh Nasional

Ekonomi

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Tegaskan MBG Dorong Ekonomi Rakyat

Ekonomi

Bareskrim Polri Tangkap Dua Tersangka dalam Pengembangan Jaringan Narkoba di Kutai Barat

Ekonomi

Kompolnas Perlu Diperkuat, Otto Hasibuan Dorong Pengawasan Eksternal Polri Lebih Efektif

Ekonomi

Korlantas Polri Cetak Penyidik Lalu Lintas Profesional Lewat Sertifikasi TA 2026