Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan edukasi pelaksanaan kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Dilansir dari laman
Kementan, langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus penerapan kesejahteraan hewan selama proses kurban.
Edukasi tersebut melibatkan dinas peternakan, pengurus masjid, akademisi, hingga pakar veteriner. Pelaksanaan kurban juga mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner
Kementan, I Ketut Wirata mengatakan peningkatan pemahaman panitia kurban menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan kurban yang aman dan sesuai syariat.
"Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat, tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem," ujar I Ketut Wirata dalam kegiatan sosialisasi "Kurban Sehat dan Bermanfaat" yang digelar secara hybrid di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya,
Kementan terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan dinas peternakan di berbagai daerah untuk mendorong pelaksanaan kurban yang sukses, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, Staf Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University sekaligus Pelatih Juru Sembelih Halal dan Animal Welfare, Supratikno menegaskan bahwa penyembelihan hewan kurban harus dilakukan oleh juru sembelih halal yang kompeten dan memahami prinsip kesejahteraan hewan.