Bandung (buseronline.com) - Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Dilansir dari laman Jabarprov, program tersebut dirancang sebagai solusi terpadu untuk memperkuat pemberdayaan
UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif dan mandiri.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan, Perintis Berdaya Connect hadir untuk membantu pelaku usaha berkembang melalui berbagai dukungan yang terintegrasi.
"
Perintis Berdaya Connect ini adalah one stop solution untuk pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan
UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, dan usaha masyarakat lainnya supaya lebih produktif," ujar Leontinus di Bandung Creative Hub, Selasa.
Ia menjelaskan, program tersebut memiliki sejumlah pilar utama, mulai dari capacity building, akses usaha, pembiayaan hingga perluasan pasar. Pelaku usaha juga akan mendapatkan pendampingan terkait akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran omnichannel, legalitas usaha hingga hak kekayaan intelektual (HAKI).
Selain itu, pemerintah juga akan memfasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang mulai berkembang agar mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Menurut Leontinus, program ini tidak hanya bertujuan mempertahankan usaha masyarakat, tetapi juga mendorong mereka naik kelas.
Indikator keberhasilannya bukan hanya peningkatan omzet, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi, memperluas tenaga kerja dan memperkuat daya saing usaha.
"Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya tapi juga bisa naik kelas. Bagi yang tadinya belum menggunakan teknologi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik. Yang belum mendapatkan pembiayaan kita bantu mendapatkan akses pembiayaan," katanya.
Ia menambahkan,
Perintis Berdaya Connect merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sesuai amanat Perpres Nomor 8. Pemerintah menargetkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga mampu menjadi produktif, berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Bandung dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat, terutama pada sektor kuliner, fesyen, kriya hingga pariwisata.