Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat hubungan kerja sama internasional, khususnya dengan Belanda, dalam mendukung ketahanan pangan dan pengembangan energi terbarukan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur
Sumut Bobby Nasution saat menerima kunjungan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta,
Adriaan Palm, di Kantor Gubernur
Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Indonesia, Sumut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi dan pengolahan pangan melalui kerja sama internasional.
"Sesuai dengan program Presiden Prabowo, kami berharap kerja sama kita bisa diperkuat terkait ketahanan pangan, apalagi Sumatera Utara salah satu daerah penghasil pangan di Indonesia," ujar
Bobby Nasution.
Selain sektor pangan, Bobby juga menyoroti pentingnya pengembangan energi berbasis pengolahan sampah atau waste to energy. Menurutnya, kerja sama yang sebelumnya pernah dijalin dengan Belanda terkait produksi gas dari sampah perlu diperkuat agar dapat terealisasi secara optimal.
"Sebelumnya kita sudah pernah bekerja sama dengan Belanda produksi gas dari sampah, tetapi belum berjalan maksimal. Kita juga sedang memperkuat kerja sama terkait waste to energy, mudah-mudahan ini benar-benar terealisasi," katanya.
Bobby turut berharap investasi dari Belanda ke Sumut terus meningkat. Pemprov Sumut, lanjutnya, berkomitmen mempermudah proses investasi guna menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. "Kita terus berupaya mempermudah investasi, apalagi kita punya hubungan yang kuat dengan Belanda," tambahnya.