Cebu (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah negara. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya pada sesi pleno KTT ASEAN ke-48, Jumat.
Dalam pidatonya, Presiden
Prabowo menyebut pangan sebagai fondasi bagi kemerdekaan, stabilitas, dan perdamaian suatu bangsa. Menurutnya, tanpa pangan yang cukup, sebuah negara tidak akan mampu menjaga ketahanan sosial maupun politik.
"Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada kedamaian," ujar Presiden Prabowo dilansir dari laman Kementan.
Ia menekankan bahwa sektor pertanian dan pangan tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan ekonomi, melainkan tanggung jawab utama pemerintah dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.
"Pertanian terlalu penting. Ketahanan pangan itu penting. Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan pemerintah Indonesia bertekad mengambil tanggung jawab penuh serta kedaulatan penuh atas sektor vital ini," katanya.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran sentral dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga, terutama di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim.
"Ketahanan pangan adalah tentang kepemimpinan pemerintah dan intervensi pemerintah. Indonesia tidak percaya bahwa pertanian hanya boleh diserahkan kepada sektor swasta," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden
Prabowo mengingatkan negara-negara ASEAN mengenai ancaman El Nino ekstrem yang berpotensi mengganggu produksi pangan kawasan. Ia menilai kondisi itu membuat kerja sama regional di bidang pangan menjadi semakin penting.
"Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional mengenai risiko El Nino ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam situasi ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak," ucapnya.
Presiden pun mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama dalam pengembangan teknologi pertanian, diversifikasi pangan, serta penguatan sistem cadangan pangan kawasan melalui ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR).
"Ini bukan tantangan yang dapat ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama," ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus meningkatkan produksi, memperbaiki irigasi, memperluas optimalisasi lahan, serta memperkuat cadangan pangan nasional.