Klaten (buseronline.com) - Para perempuan di Desa Pengkol, Kaligawe, Kecamatan Pedan, terus mengembangkan usaha tas rajut berbahan benang yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dilansir dari laman
Jatengprov, melalui Kelompok Usaha Bersama (
KUBE) Merajut Harapan, mereka berupaya memperluas pasar sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.
Salah satu pengrajin KUBE Merajut Harapan, Ummu Istiqomah (44), mengatakan keterampilan merajut telah dikenalnya sejak kecil dari sang ibu dan nenek.
Menurutnya, sebagian besar perempuan di Desa Kaligawe memiliki kemampuan merajut dengan bahan benang katun yang diolah menjadi berbagai model tas.
"Dulu melihat ibu dan mbah saya, jadi bisa sendiri. Di Desa Kaligawe kebanyakan semua bisa merajut, dengan benang berbahan katun yang dibuat menjadi tas," ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Ummu menjelaskan, dirinya bersama sepuluh perempuan lainnya bergabung dalam
KUBE Merajut Harapan sejak 2024. Kelompok tersebut dibentuk untuk mengembangkan ekonomi kreatif lokal berbasis kerajinan tangan.
Dalam sehari, KUBE Merajut Harapan mampu memproduksi sekitar 40 tas dengan berbagai model dan warna. Produk yang dihasilkan dipasarkan dengan harga mulai Rp7.000 hingga Rp35.000, tergantung motif dan tingkat kesulitan pengerjaan.
"Hasil produksi sebagian dipasarkan melalui pengepul, ada juga yang dijual mandiri," katanya.
Pemasaran tas rajut buatan KUBE Merajut Harapan kini telah menjangkau berbagai daerah. Bahkan, menurut Ummu, pembeli terjauh berasal dari Bali. Keberadaan KUBE Merajut Harapan dinilai mampu menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Selain menjaga warisan keterampilan tradisional, usaha tersebut juga membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga para anggotanya. (R)