Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Medan (Pemko) Medan mempertegas komitmennya dalam membangun kota berbasis data sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan,
Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik Kota Medan di Balai Kota, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menegaskan bahwa data tidak sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan mengarahkan pertumbuhan ekonomi Kota Medan ke depan.
Menurutnya, BPS memiliki peran vital sebagai sistem peringatan dini (
early warning system) bagi pemerintah daerah. Ia berharap BPS dapat memberikan informasi prediktif terkait potensi kenaikan harga komoditas yang dapat memicu inflasi.
"Kami berharap BPS dapat memberikan warning bagi Pemko Medan, misalnya komoditas apa saja yang kemungkinan harganya akan naik sehingga dapat mempengaruhi inflasi, sehingga kami dapat mengambil langkah antisipasi," ujar Rico Waas.
Dalam kesempatan itu, ia juga didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan Arrahmaan Pane serta Kepala Bappeda Kota Medan Ferri Ichsan.
Selain itu, Rico mendorong adanya sinkronisasi data antara BPS dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) guna memetakan perkembangan investasi secara real-time.
"Sinergi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan yang sedang berkembang pesat di Medan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Medan, Hafsyah Aprilia menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk meminta dukungan Pemko Medan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.