Harga Pangan Turun, Inflasi April 2026 Tertahan

Heri - Rabu, 06 Mei 2026 11:20 WIB
Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi pada April 2026.

Jakarta (buseronline.com) - Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi pada April 2026.

Dilansir dari laman Kementan, di tengah inflasi bulanan yang tercatat sebesar 0,13 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ateng Hartono mengatakan bahwa turunnya harga pangan terjadi seiring normalisasi permintaan setelah momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Harga beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan seiring normalisasi permintaan pasca HBKN. Sementara itu, harga cabai turun akibat meningkatnya pasokan selama masa panen di sejumlah daerah sentra produksi," ujar Ateng dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Senin.

BPS mencatat, sejumlah komoditas utama yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain daging ayam ras sebesar 0,11 persen, cabai rawit 0,06 persen, telur ayam ras 0,04 persen, serta cabai merah 0,02 persen.

Selain itu, ikan segar, kacang panjang, kangkung, dan bayam masing-masing turut menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen. Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,20 persen pada April 2026.

Kondisi ini mencerminkan pola musiman pascalebaran, di mana permintaan mulai kembali normal dan pasokan meningkat, terutama pada komoditas hortikultura dan protein hewani. Meski demikian, secara tahunan inflasi masih tercatat sebesar 2,42 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang inflasi dengan tingkat inflasi 3,06 persen dan andil 0,90 persen, meskipun pada April berperan sebagai penahan laju inflasi.

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi tahunan antara lain cabai merah sebesar 0,13 persen, bawang putih 0,09 persen, bawang merah 0,07 persen, serta cabai rawit dan kentang masing-masing 0,02 persen.

Sementara itu, kelapa, daging babi, dan wortel masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan pasokan pangan relatif terjaga pada periode pascalebaran.

Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi, terutama untuk komoditas strategis seperti ayam ras, telur, dan cabai.

Kementerian Pertanian menegaskan akan terus memantau dinamika produksi dan distribusi di berbagai daerah sentra guna memastikan pasokan tetap mencukupi dan mampu meredam potensi gejolak harga ke depan. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Pemprov Sumut Teken MoU Pengendalian Inflasi dengan Kabupaten/Kota

Ekonomi

Stok Pupuk Nasional Aman, Indonesia Tahan Dampak Gejolak Global

Ekonomi

Bobby Nasution Ingatkan Daerah Jaga Stok Bahan Pokok untuk Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

Ekonomi

Pemprov Sumut Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Pelatihan Pengurus dan Pendamping

Ekonomi

Pemkab Tapteng dan Bulog Sibolga Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

Ekonomi

BI Prediksi Ekonomi Jabar 2025 Bertumbuh Positif