Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Kembangkan Hilirisasi Kelapa untuk Perkuat Daya Saing Global

Heri - Selasa, 05 Mei 2026 16:10 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan bersama HIPMI Sulawesi Utara di Manado, Jumat (1/5/2026).

Manado (buseronline.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong para pengusaha, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara, untuk berperan aktif dalam pengembangan industri kelapa melalui penguatan hilirisasi.

Dilansir dari laman Kementan, upaya ini dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar internasional. Arahan tersebut disampaikan Amran dalam kegiatan bersama HIPMI Sulawesi Utara di Manado, Jumat.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi kelapa yang sangat besar, namun pemanfaatannya masih belum optimal karena terbatasnya industri pengolahan di dalam negeri.

"Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat jika diolah. Tapi industri pengolahannya masih terbatas. Ini peluang besar yang harus segera diambil," ujar Amran.

Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini mempercepat program hilirisasi kelapa secara nasional. Pada 2026, pengembangan kawasan hilirisasi ditargetkan mencapai 150.000 hingga 154.000 hektare, meningkat signifikan dibandingkan sekitar 11.515 hektare pada 2025.

Program tersebut merupakan bagian dari strategi besar hilirisasi perkebunan nasional yang ditargetkan mampu menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja pada 2027.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menggeser struktur ekspor Indonesia dari bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.

Dalam arahannya, Amran juga menekankan pentingnya keberanian dan aksi nyata dalam dunia usaha. "Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kesuksesan sangat ditentukan oleh pola pikir, integritas, serta konsistensi dalam menjalankan usaha. "Sukses itu ada di pikiran. Kalau kita fokus pada solusi dan terus bergerak, insya Allah berhasil," katanya.

Amran juga mengingatkan agar pengusaha muda memiliki visi besar dan tidak cepat puas dalam mengembangkan usaha. "Pengusaha harus punya mimpi besar, tidak cepat puas, dan tidak merasa paling hebat. Itu kunci agar tidak gagal," ujarnya.

Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk turunan kelapa, Amran mengajak pelaku usaha untuk menangkap momentum tersebut.

"Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua: lahan, iklim, dan sumber daya," jelasnya.

Menutup arahannya, ia menegaskan pentingnya peran pengusaha dalam pembangunan ekonomi nasional. "Jangan hanya jadi penonton. Indonesia butuh pengusaha berani yang siap membangun industri dan membuka lapangan kerja. Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia," tutupnya. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Amran Sulaiman: Swasembada Pangan RI Diakui Global Berbasis Data Kredibel

Ekonomi

Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat

Ekonomi

TNI Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Amran Apresiasi Sinergi Lapangan

Ekonomi

Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras

Ekonomi

Cadangan Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekonomi

Indonesia-Polandia Perkuat Kerja Sama Pertanian, Dorong Ketahanan Pangan Global